Hari ini dia berulangtahun. Namun tahukah kamu, dia sebenarnya bisa dikatakan tidak suka atau bahkan benci terhadap tanggal lahirnya. Hal ini karena di tanggal tersebut juga ayahnya meninggal. Iya, tepatnya di tanggal 29 Desember 2009 ayahnya meninggal. Pada saat itu dia masih kuliah semester pertama.
Dia lahir 32 tahun yang lalu. Meskipun sudah kepala tiga, tapi hatinya masih berharap berada di kepala dua. Tidak terasa waktu baginya begitu cepat berlalu. Sudah 32 tahun ternyata usianya dan dia merasa masih banyak dosa yang dia lakukan dibandingkan ibadah. Namun, kini dia semakin menyadari bahwa tanggal lahirnya merupakan sebuah tanggal yang spesial. Kado yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa di hari lahirnya sangat spesial.
Iya, 11 tahun sudah ayah pergi meninggalkannya. Hampir sedekade lebih dia selalu bersedih setap tanggal lahirnya tiba. Bahkan pernah di suatu ketika di tanggal lahirnya dia diberikan kejutan oleh keponakannya yang lucu, namun dia langsung menangis bersedih karena teringat almarhum ayahnya. Ada banyak penyesalan dalam hatinya ketika di tanggal 29 Desember 2009. Hal terberat baginya adalah ketika di tanggal itu tak sempatnya dia berbakti dan ikut mengiringi kepergian ayahnya menuju pemakaman.
...
29 Desember 2009,
Dia masih kuliah semester satu. Akhir semester ini banyak sekali UAS (Ujian Akhir Semester) yang memaksanya untuk pergi kuliah. Dia kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Wajah dan logat khas sunda menjadi ciri khas dia yang memang berasal dari Kabupaten Sukabumi.
Hari ini dia memasuki kuliah dengan materi diskusi kelompok. Seperti biasa dia selalu aktif mengikuti kegiatan diskusi hingga tak menyadari sudah banyak pesan dan telpon masuk di hapenya. Ketika diskusi sudah mau berakhir dan materi kuliah akan selesai, temannya memberitahukan dia untuk mengecek hapenya. Waktu itu pacar dia meminta temannya untuk memberitahukan dia agar segera membaca pesan di hapenya.
Seketika, dia pun mulai menyadari. Pesan dan telpon yang banyak di hari itu pasti tak lain berisi sebuah pemberitahuan tentang kondisi ayahnya yang sedang sakit. Dia tidak banyak bicara. Sebelum dia meninggalkan ruangan kuliah, disempatkannya untuk berbicara kepada temannya bahwa dia ijin untuk tidak mengikuti kegiatan kuliah di hari-hari berikutnya karena ada urusan keluarga.
Dia berjalan menuju kosannya yang tak jauh dari kampus. Ketika dia sedang berjalan di atas Jembatan Penyebrangan di jalan pemuda, disempatkan olehnya untuk membalas satu pesan dari adiknya. Inti dari sebuah pesan itu adalah dia mempersilahkan ayahnya untuk segera dikuburkan, dia tidak ingin pemakamannya menjadi lama karena harus menunggunya yang masih di jakarta. Meskipun sebenarnya, dia masih berharap sempat untuk berbakti dan menatap terakhir kalinya wajah ayahanda.
Kosan ternyata rame, semua penghuni di kosan bedeng ikot sedang berada di kamar mas darma. Setelah dia mandi dan bersiap-siap pulang ke Sukabumi, dia pamitan kepada mereka semua. Sepanjang perjalanan dari kosan menuju tempat naik bus jurusan sukabumi-jakarta dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangisi kepergian ayahandanya.
Sekitar jam 1 siang dia naik bus menuju sukabumi. Sepanjang jalan dia selalu mengaji surat yasin yang diperuntukan untuk ayahnya. Tak terasa, air matanya mulai menetes ketika dia mengaji. Dia masih ingat saat itu ada beberapa penumpang yang pasti keheranan melihatnya. Namun dia tidak peduli, sepanjang jalan dia mengaji yasin dan masih meneteskan air mata. Dia berharap air mata tersebut tak perlu lagi menetes saat dia sampai di rumahnya.
Sehabis waktu ashar dia sampai di Sukabumi. Setelah turun dari bus, dia naik ojek menuju rumahnya agar tidak terlalu lama di jalan. Sepanjang jalan dia masih berharap untuk bisa melihat ayahnya sebelum dimakamkan. Namun, saat ojek tersebut melewati sebuah pemakaman di dekat rumahnya dia sadar, dia sudah tidak sempat.
...
29 Desember 2020, hari ini dia membuat sebuah video editan yang diupload ke channel youtubenya. Video tersebut merupakan sebuah lagu yang selalu dia nyanyikan ketika datang bulan kelahirannya, karena judulnya juga "Desember". Sebuah keyakinan dan kesadaran muncul di pikirannya. Setelah hampir sedekade lebih dia selalu bersedih dan ingin melewati tanggal lahirnya, hari ini dia berbahagia. Sambil menuliskan sebuah jurnal di dalam blognya yang sudah beberapa hari tidak dia tuliskan, dia mengirimkan sebuah puisi di dalam deskripsi.

