Rabu, 29 Desember 2021

JURNAL #291221

 Tepat pukul 12 malam dia terbangun. Terlintas pemikiran dan harapan semoga dai mendapatkan pertanda meski hanya dalam mimpi. Dia cek beberapa pesan di hp-nya dan membalas pesan yang memberitahukan bahwa dia sudah ketiduran dan terbangun tepat di jam 12 malam. Lalu dia melanjutkan tidurnya, dan masih berharap mendapatkan pertanda.

Dia kembali terbangun sekitar pukul 3 dini hari. Tak kuasa menahan kencing, dia pun ke kamar mandi. Setelah kembali ke kamar, dia naik lagi ke atas kasur anginnya. Masih belum mendapatkan pertanda, mimpinya entah tentang apa. Rasa kantuk yang berat akhirnya membuatnya kembali tidur. Harapan masih ada untuk kembali mendapatkan gambaran sebuah pertanda.

Setengah lima pagi dia terbangun oleh alarm. Dimatikan alarm olehnya, sambil merasa kedinginan oleh angin dari kipas, beranjaklah dia dari kasurnya. Pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil yang dilanjutkan mengambil air wudhu. Selesai solat subuh dia masih belum juga mendapatkan pertanda.

Sekitar pukul 6 dia bersepeda ke arah situ abidin. Melalui rute yang selalu dia lewati, sekitar 30 menit bersepeda sampailah di situ abidin kerawang. Beristirahat sejenak sambil minum air putih dia berpikir kembali mengenang 12 tahun yang lalu. Sampai kini dia masih belum mendapatkan pertanda.

Setelah mengambil beberapa momen di situ abidin, sekitar pukul 8 dia sudah kembali ke rumah. Handuk dan ember dia ambil untuk melakukan rutinitas pagi, mandi dan cuci baju. Satu jam berikutnya dia melakukan solat dhuha. Selesai dhuha, tubuhnya merasa lelah. Dia beranjak kembali ke atas kasur anginnya, berharap semoga mimpinya kali ini akan mendapat sebuah pertanda.

Jumat, 17 Desember 2021

Jurnal #16122021

Hari ini cukup melelahkan. Lelah hati dan raga. Kekesalan dan amarah menemani malam harinya. Dia hanya bisa menyesal karena semua bukan salah siapa, tapi salahnya sendiri. Buah yang dia petik merupakan hasil dari benih yang dia tanam.

Selasa, 14 Desember 2021

Jurnal #14122021

Waktu terus berjalan dan meninggalkan mereka yang diam. Dia berlalu bersama waktu. Tersadar dalam lamunan setelah seharian beraktivitas, adakalanya beberapa tujuan harus dimulai dengan langkah sederhana saja. Ini tidak berat jika dilakukan secara berkesinambungan.
Konsistensi ini bukanlah hal yang nudah dilakukan. Setelah beberapa jam berlalu, dia malah mengerjakannya di akhir waktu. Padahal, jika dikerjakan dari awal, mungkin dia tidak akan kepayahan seperti saat ini.
Saat ini tidak ada rutinitas yang ingin dia tuliskan. Dia hanya ingin menulis ungkapan perasaan yang dia rasakan hari ini. Mungkin awalnya dia sudah menyadari ada sebuah kesalahan, tapi dia masih mencoba untuk menyelaminya. Hingga akhirnya datang dalam mimpinya sebuah pertanda.
Pertanda itu bagaikan sebuah kenyataan dalam imajinasinya. Harapan yang tak kunjung nyata membuat matanya terbuka. Dia tertawa ketika pertanda itu menjadi sebuah fakta. Tidak bisa terelakkan, malam ini semuanya harus dia hentikan. Bye bye.

Senin, 13 Desember 2021

Jurnal #13122021

Kadang dia setelah mematikan alarm tidak langsung beranjak bangun. Dia melanjutkan kembali tidurnya hingga alarm kedua berbunyi. Dengan rasa kantuk dan malas beranjak dari tempat tidur dia paksa beranjak untuk ke air mengambil air wudhu. Dia mengakui, hal tersulit pertama di setiap hari adalah bangun lebih pagi.
Pagi ini dia bersepeda hanya sekitaran sekolah. Jarak yang dia tempuh palingan hanya 3 km saja pagi ini. Sekitar 20 menit dia bersepeda di pagi yang lumayan cerah. Setelah bersepeda, dia kembali menyalakan laptop.
Laptop yang sudah terkoneksi internet langsung dia buka situs untuk remedialan. Tidak berselang lama, dia membagikan link ke grup whatsapp. Ternyata dia baru menyadari, link tersebut hanya bisa dikerjakan sebanyak 500 kali. Makanya di pagi ini dia buru-buru membuat link yang baru untuk pengerjaan remedialan.
Hari ini jadwalnya penuh masuk kelas. Sianh harinya setelah mengisi kelas, dia balik kanan ke rumah dinas untuk mandi kemudian tidur.

Minggu, 12 Desember 2021

Jurnal #12122021

 Pagi ini dia terbangun lebih siang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Setelah malam minggu yang panjang, dia terbangun sekitar pukul 08.00 pagi. Sebenarnya alarm di HP sudah dia pasang jam setengah 4 pagi. Tapi, sebangunnya dia hanya untuk mematikan alarm dan melanjutkan kembali tidurnya.

Rencana pagi ini untuk bersepeda nampaknya dia urungkan. Sambil mengambil handuk, dia membawa ember cucian ke kamar mandi. Setelah merendam beberapa pakaian dan celana pendek yang selalu dia pakai, mandipun akhirnya dilakukan. Hari ini dia tidak keramasan, mumpung libur jadi tidak masalah rambutnya acak-acakan juga.

Sekitar jam 9 pagi semua aktifitas dia di rumah dinas bisa selesai. Setelah menjemur cucian, dia berjalan ke sekolah menggunakan pakaian olahraga. Niatnya kali ini berubah, awalnya akan bersepeda ke jalanan nampaknya cukup dilakukan di sekolah saja. Namun demikian, ternyata hari libur ini masih ada orang proyek yang sedang merenovasi. Sepeda yang mau dia pakai ternyata terhalang keluar, akhirnya dia urungkan niatnya.

Olahraga tidak jadi, diapun akhirnya mengajak makan orang TU. Mereka berangkat untuk mencari nasi kuning yang ternyata tidak berjualan. Akhirnya, sarapan mereka hanyalah gado-gado dengan telor asin. Kali ini, dia yang membayar makan karena kemarin dia makan sudah dibayarin temannya itu.

Belajar Membuat Tujuan

 Mengawali sebuah rencana bukanlah hal yang mudah. Semuanya yang mudah itu berawal dari sulit. Begitulah kata-kata seorang filusuf jerman yang bernama Goethe. Kata-kata tersebut sangat berkesan baginya. Sebuah kesan yang memaksa dia untuk terus belajar dan berlatih. Dia tidak ingin menjadikan hidupnya hanya begitu-begitu saja. Dia harus terus menumbuhkan semangat untuk belajar dan berlatih agar menjadi sebuah rutinitas yang tentunya sangat bermanfaat.

Banyaknya keinginan yang belum tercapai membuat dia berpikir keras. Apa yang harus dilakukannya, bagaimana meraihnya, kenapa sampai kini dia belum mendapatkannya, kapan dia bisa mewujudkannya. Ternyata ada benarnya jika dia tidak memiliki target atau tujuan, semua yang diinginkannya hanya akan menjadi sebatasa keinginan. Dia harus menargetkan keinginannya tersebut untuk bisa diwujudkan. Hal yang tidak mungkin saja bisa terwujud, apalagi hanya sebatas keinginan dia yang tidak macam-macam. Langkah pertama yang dia lakukan adalah mencoba menerapkan dari buku yang dia baca, menuliskan target yang harus dia capai dalam beberapa waktu.

Belajar menuliskan tujuan atau target untuk seorang pemula seperti dia ternyata cukup sulit. Awalnya dia menargetkan untuk menulis sepuluh tujuan di satu bulan. Untuk menulis sepuluh tujuan saja ternyata dia mendapatkan kesulitan, apa saja yang harus dia tuliskan. Namun demikian, dia meyakini kata-kata Goethe yang berkesan, semua yang mudah berawal dari sulit. Maka dari itu dia terus belajar dan berlatih menuliskan apa saja tujuannya.

Saat ini, dalam target dia untuk membuat sebuah karya, ternyata cukup sulit juga merangkai kata yang ada dalam pikirannya. Namun, dia teringat kembali sebuah pesan dalam buku yang dia baca. Awali semuanya dengan niat yang tulus agar ketika menemui kesulitan dan beban dalam menghasilkan karya diberikan kemudahan. Dan yang tidak kalah penting adalah sisipkan baik secara tersirat atau tersurat dalam karya yang dibuat sebuah pesan kebaikan. Melalui karya tersebut setidaknya ada kebaikan yang ingin ditularkan kepada siapapun yang menikmatinya.

Mulai dari hari ini, dia akan belajar untuk berlatih menuliskan beberapa kalimat dan merangkainya dalam jurnal ini. Dia memiliki target yang salah satunya membuat sebuah karya tulis. Semoga keinginannya tersebut dapat segera terwujud dan dia konsisten dengan latihannya.

Jurnal Desember 2021

 Setelah sekian lama terabaikan, dia kembali membuka blog ini. Entah apa yang akan dia tuliskan, mungkin karena terlalu lamanya dia tidak menulis. Padahal, menulis di blog ini menjadi salah satu tujuan dia di bulan sebelumnya. Rutinitas yang ingin dia lakukan kembali setelah di bulan sebelumnya pernah dia lakukan.

Baiklah, mari kita mulai kembali. Tidak ada yang salah memulai dari nol seperti jargon pertamina. Manusia tempat salah dan lupa, maka dari itu dia mencoba melakukan hal yang benar untuk memperbaiki salah dan lupanya.

Awal bulan ini banyak kegiatan baginya setelah di akhir bulan kemarin yang cukup melelahkan. Desember merupakan bulannya. Kadang ada rasa canggung menghadapi bulan Desember sejak kejadian di Tahun 2009. Tapi, roda kehidupan tetap berputar. Hidup yang merupakan perjalanan harus tetap berjalan. Maka dari itu, tahun ini dia mencoba melewati bulannya dengan cara yang berbeda. Setelah beberapa buku yang dia baca, saatnya untuk mempraktekan bacaan tersebut di bulannya ini.

Desember tidak selalu ceria buatnya. Selalu ada kekhawatiran dan rasa canggung melewati bulannya. Tapi, setelah sekian waktu berlalu dia menyadari selalu ada berbagai cara untuk melewati bulan ini. Tidak ada yang berbeda bulan ini dengan bulan yang lainnya. Mungkin yang sedikit membedakan hanyalah tentang kenangan.

Kenangan bisa menjadi hal yang manis dan ataupun pahit. Seperti istilah hidup adalah pilihan, maka dia berpikir bisa menerapkannya dalam kenangan juga merupakan pilihan. Pilihan itu bukan hanya tentang manis dan pahit, kenangan itu terlalu sederhana jika hanya membaginya ke dalam dua pilihan. Kenangan itu bisa menjadi pelajaran, bisa menjadi lucu, sedih, yang terkadang mungkin dirindukan atau bahkan ingin dilupakan.

Melupakan bukanlah perkara yang mudah dilakukan meski mudah diucapkan. Melupakan adalah perkara tentang merelakan dan mengikhlaskan. Meskipun dia bukan seorang yang sangat religius, tapi baginya melupakan adalah tentang bagaimana dia bisa tawakal. Berusaha seoptimal mungkin dan bersiap diri untuk mengikhlaskan kenyataan yang mungkin tidak selalu sesuai harapan.

Harapan itu seperti sebuah cahaya dalam kegelapan. Ketika kita tidak tahu arah dan kemana harus melangkah, harapan itu bisa menjadi penuntun. Dia termasuk orang yang banyak berharap melalui doa yang selalu dia panjatkan setiap malam tiba. Meski dia pernah merasa lelah untuk terus berharap, tapi dia tetap melakukannya hingga kini. Berdoa bagi dia seperti sebuah pengakuan atas ketidakberdayaannya dalam hal apapun. Jika dia sudah tak berharap dan berdoa, maka bisa jadi itu merupakan sebuah sikap sombong.

Kesombongan apa yang pantas dia banggakan atas ketidakberdayaannya. Sesungguhnya dia menyadari bahwa atas apapun yang terjadi dalam hidup ini, tidak ada sedikitpun tanpa campur tangan Yang Maha Kuasa, ALLAH swt. Maka dari itu, berharap dan berdoa kepada-Nya merupakan sebuah pengakuan bahwa dia tidak memiliki apapun untuk disombongkan.

Rabu, 24 November 2021

Sekilas tentang The Science Of Influence - part 1

 Hari ini dia menamatkan bacaan buku The Science of Influence yang merupakan salah satu tujuan dari sepuluh tujuan yang dia buat untuk minggu terakhir di bulan November. Banyak wawasan dan pemikiran-pemikiran terbuka setelah dia membaca buku tersebut. Dia mulai melangkah dengan mempraktekan beberapa yang dia dapat dari bacaannya itu. Dimulai dengan menuliskan sepuluh tujuan di akhir November ini yang salah satunya adalah menamatkan bacaan buku "seni mempengaruhi orang".

Selain menamatkan buku, salah satu tujuannya yang dia tuliskan adalah harus memulai kembali menulis dalam blog. Maka dari itu, dia mulai menulis kembali dan akan dia teruskan kebiasaan menulis ini. Saat ini baru terpenuhi dua atau tiga poin saja dari tujuan yang dia tulis. Masih banyak tujuan yang belum dia capai. Namun demikian, dia tidak mau lagi mengenal kata menyerah. Ini tentang komimen dan konsistensi.

Sedikit banyak dia sudah terpengaruh oleh buku tersebut. Dia mulai mencoba menerapkan bagaimana menerapkan tujuan dalam kehidupannya. Dimulai dengan menetapkan tujuan dia dalam seminggu ini. Dia membuat sepuluh tujuan untuk dicapai dalam satu minggu terakhir di Bulan November.

Untuk memberikan pengaruh, ternyata ada beberapa hal yang masih harus dia tumbuh kembangkan dalam kepribadiannya. Dia bersyukur ada contoh nyata dalam kehidupannya untuk setiap aspek pengaruh dalam buku tersebut. Perlahan dia mulai menerapkan segala hal yang dia pelajari dalam buku tersebut.

Ulasan pertama yang ingin dia bagikan dalam tulisan ini adalah tentang menetapkan tujuan. Mungkin terdengar sepele dan awalnya dia merasa bukan hal yang penting dan signifikan. Namun saat dia mulai mencoba menuliskan 10 tujuan dalam satu minggu, dia mulai kebingungan tujuan apa saja yang harus dia tuliskan untuk direalisasikan. Realisasi dari sebuah tujuan merupakan salah satu definisi dari kebahagiaan, begitulah yang dia pelajari dari buku tersebut. Maka dari itu, mulailah catat beberapa tujuan dan cobalah merealisasikannya.

Kamis, 28 Oktober 2021

Jurnal yang terlupakan - 28 Oktober 2021

 Hari ini banyak sekali hal yang dia lupakan sejak terakhir kali dia menulis. Entah karena kesibukannya atau karena dia ingin melupakan banyak hal di bulan ini. Ada beberapa kesempatan dia berniat untuk menulis, namun pada akhirnya hari ini dia baru melaksanakannya, 28 Oktober 2021. Rencana awal dan beberapa ide yang sebelumnya terlintas sudah mulai bias dalam imajinasinya.

...

Awal bulan oktober dia mendapat kabar bahwa sang kekasih akan pulang. Dia begitu bahagia mendengar kabar tersebut. Setelah sekian purnama, akhirnya dia bisa kembali memadu kasih. Terlintas bayangan sang kekasih yang begitu dirindukannya membuat dia semakin tak sabar untuk bertemu.

Selasa, 28 September 2021

Cooperative Learning - Pertemuan Ke-5

  DISKUSI PEMBUKAAN UUD 1945


Assalamualaikum wr wb



Pada kesempatan ini silahkan kamu buat diskusi kelompok beranggotakan minimal 2 orang dan maksimal 3!



Buat laporan diskusi kelompok di dalam kertas dan dikumpulkan pada saat belajar tatap muka, bisa diberikan langsung ke guru mapel PKN atau simpan di meja guru mapel PKN (batas maksimal pengerjaan 7 hari).



Diskusikan permasalahan berikut ini!

Pembukaan UUD 1945 merupakan state fundamental norm bagi Bangsa Indonesia. Hal ini berarti bahwa Pembukaan UUD 1945 tidak dapat dirubah / amandemen seperti halnya perubahan / amandemen batang tubuh UUD 1945. Amandemen / perubahan UUD 1945 yang pernah dilakukan hingga 4 kali, hanya merubah batang tubuh UUD 1945 bukan Pembukaan UUD 1945. Selanjutnya, berikut adalah tugasmu!

1. Analisislah kenapa Pembukaan UUD 1945 tidak boleh dirubah. Tuliskan dalam laporan diskusi kamu apa saja alasan yang tidak memperbolehkan perubahan / amandemen terhadap Pembukaan UUD 1945!

2. Analisislah apa saja isi yang terkandung dalam setiap alinea dan pokok pikiran yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Tuliskan laporanmu disertai nama lengkap anggota dan kelas!

 

Pengerjaan laporan diskusi di kertas folio bergaris atau kertas 2 lembar!



Selamat mengerjakan, tetap semangat dan jaga kesehatan. Salam.

Selasa, 14 September 2021

Cooperative Learning - Pertemuan Ketiga

 DISKUSI BATANG TUBUH UUD 1945


Pada kesempatan ini silahkan kamu buat diskusi kelompok beranggotakan minimal 2 orang dan maksimal 3!


Buat laporan diskusi kelompok di dalam kertas dan dikumpulkan melalui perwakilan kelas di Meja Guru Mapel PKN secepatnya (batas maksimal pengerjaan 7 hari).

Diskusikan permasalahan berikut ini!

Pada masa reformasi saat ini, UUD 1945 telah mengalami 4 (empat) kali perubahan atau biasa disebut dengan istilah amandemen UUD 1945. Meskipun demikian, nilai-nilai demokrasi dalam batang tubuh UUD 1945 sebelum amandemen sudah  mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Tugas kelompokmu sekarang adalah cermati isi batang tubuh UUD 1945 sebelum amandemen. Selanjutnya, berikut adalah tugasmu!

1. Analisislah nilai-nilai dasar demokrasi yang terkandung dalam batang tubuh UUD 1945 sebelum amandemen. Tuliskan dalam laporan diskusi kamu nilai-nilai demokrasi apa saja yang kamu dapatkan!

2. Lembaga negara apa saja yang diperlukan untuk menopang demokrasi di Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum amandemen. Tuliskan laporanmu disertai nama lengkap anggota dan kelas!


Pengerjaan laporan diskusi di kertas folio bergaris atau kertas 2 lembar!


Selamat mengerjakan, tetap semangat dan jaga kesehatan. Salam.

Senin, 06 September 2021

Pembelajaran Daring Metode Discovery Learning Mapel PKN Kelas IX - Pertemuan Kedua

    


    Pada kesempatan kali ini silahkan kamu cari data dan fakta apa saja yang kamu temukan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran di Bab 2 tentang materi Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945. Dengan metode discovery learning maka kamu diberikan keleluasaan untuk menemukan apa saja yang bisa kamu dapatkan tentang Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945. Sebagai contoh kamu bisa mendapatkan informasi berupa data dan fakta dari buku pelajaran, LKS, internet dan bisa jadi seperti di blog yang akan dituliskan di bawah ini.


Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan state fundamental norm Bangsa Indonesia yang terdiri dari 4 alinea / paragraph. Dalam setiap alinea / paragraph terkandung nilai yang berharga bagi Bangsa Indonesia. Alinea ke alinea saling menyambung dan memiliki keterikatan. Pendiri bangsa sangat teliti dalam memilih kata yang memiliki makna bernilai dalam merumuskannya. Selain memiliki makna yang bernilai, dalam Pembukaan UUD 1945 juga terdapat pokok pikiran utama yang tersirat dan tersurat. Apa saja pokok pikiran tersebut, perhatikan penjelasan singkat di bawah ini!

Pokok Pikiran Pertama : Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan

Pokok Pikiran Kedua : Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pokok Pikiran Ketiga : Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan/perweakilan

Pokok Pikiran Keempat : Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab


Pokok pikiran yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan penjabaran dari Pancasila. Coba kamu baca dan pahami keempat pokok pikiran yang ada di atas!

Sekarang tugas kamu adalah mencari data dan fakta tentang apakah manfaat atau fungsi atau arti penting pokok pikiran yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945? Cari jawaban kamu dari berbagai suymber belajar dan jangan lupa tuliskan sumber jawaban kamu. Kerjakan di buku catatan dan foto hasil catatan discovery learning kamu kemudian kirim foto tersebut ke guru mapel kamu untuk diberikan penilaian.

Selamat belajar, tetap semangat dan patuhi protokol kesehatan.


Menghening

 Dia bukanlah karakter yang pendiam meskipun di satu sisi lain jiwanya merasa ingin menyendiri. Dia menghibur dirinya dalam keramaian tingkah laku yang dibuat-buat agar tidak merasa sepi. Satu dua kata hingga menjadi kalimat terus dia rangkai. Dia belajar dalam kesunyian ketika sisi lain dari jiwanya berontak.

Senin, 09 Agustus 2021

draft #3 karakter fiktif

  Lantas apa yang harus dilakukan oleh seorang karakter fiktif. Apakah dia bisa memperjuangkan apa yang ada dalam imajinasi seseorang juga dia tidak yakin dengan hal itu. Dia tidak lebih dari sebuah mimpi dan ide yang tidak akan pernah menjadi nyata. Dia adalah imajinasi yang tidak bisa memperjuangkan apapun yang dia rasakan. Cinta atau benci bahkan rindupun tak layak untuk dia. Bagi seorang karakter fiktif, dia sadar diri dengan apapun yang dia perjuangkan adalah sebuah kesia-siaan yang mutlak. Namun demikian, dia memiliki keyakinan dalam kesia-siaannya itu dia  selalu berdoa agar bahagia selalu bersamanya. Dia tidak bisa berjuang untuknya, tapi untuk seorang karakter fiktif, dia meyakini dengan berdoa merupakan cara yang ampuh untuk menghadirkannya meski hanya lewat mimpi atau sebatas imajinasi.

Jurnal #9 "Menghargai"

 Kali ini dia tidak ingin bicara panjang lebar denganku. Dia lebih banyak terdiam saat kami bersama, bahkan ketika bersama yang lain dia pun masih bersikap seperti saat bersamaku. Terlintas dalam benaknya, untuk apa terlalu banyak bicara jika tiada yang mendengar. Maka dia gunakan telinganya untuk mendengarkan keheningan, dia mencoba memahami apa yang sejatinya didengar. Ini bukan lagi tentang dia bisa mendengar tapi apakah dia merasakannya. Keheningan ini memiliki suara, karena dia terlalu mengabaikannya maka tak pernah dia dengar keheningan.

Dia tidak ingin bercerita tentang keheningan, tapi dia ingin berbagi cerita tentang apa yang dirasakan dalam keheningannya. Ternyata ada bagian kehidupan yang selama ini dia lewati. Dia teringat beberapa alasan seseorang melakukan suatu tindakan adalah karena ingin diakui, sebuah aksentuasi. Sederhana nampaknya namun sukar realitanya untuk mengakui dan menghargai, sebuah pengakuan dan penghargaan dalam hidup.

Jangankan mengakui dan menghargai orang lain atau bahkan makhluk yang lain, kadang mengakui dan menghargai diri sendiri ini sukar dan lupa dia lakukan. Lantas, dia berpikir dengan dalam apakah selama ini dia bisa untuk merasa bahwa sudah menghargai orang lain dan juga dirinya sendiri. Kadang, ya hanya sebuah hal yang kadang dia lakukan. Hal sepele yang sebenarnya bisa berarti banyak dan memiliki makna kehidupan yang mendalam.

Dia tahu selama ini belum bisa menghargai waktu yang sudah dijalaninya dengan sangat maksimal, dia belum bisa menghargai semua kesempatan dan hal-hal lain dalam kehidupannya bahkan untuk menghargai sebuah kepedihan. Apa yang dia miliki dan bisa dilakukan selama ini belum bisa maksimal dia hargai, padahal sejatinya dia tidak bisa memiliki dan melakukan apapun. Dia lemah tapi dia belum mengakui hal tersebut. Hidup akan lebih bermakna jika dia bisa mengakui dan menghargai apapun yang ada dalam kehidupan, bahkan untuk udara yang dia hirup pun sejatinya belum dia akui dan hargai bahwa udara juga sedang bertasbih.

Selasa, 20 Juli 2021

Jurnal #8 "Belajar dari / jadi Orang Gila"

Dia menatapnya dengan dahi yang berkerut. Muncul dalam pikirannya sebuah pertanyaan. Kenapa bisa orang itu seperti itu. Apakah tidak ada beban hidup ini baginya.

Ya, dia sedang berpikir dengan dalam sambil menatapnya. Dia seorang pemikir. Dia berpikir kenapa dan apa, tapi rasanya ada sisi lain dari dirinya yang mencoba untuk menjawab tanyanya.

Kamu tahu kenapa orang gila itu begitu, hidupnya begitu saja. Mengalir kemana kakinya melangkah. Memejamkan mata saat mereka lelah. Apa bedanya orang gila itu denganmu.

Kamu pikir orang gila tak ada beban hidup. Apakah kamu yakin benar atau salah pradugamu itu. Kalau kamu hanya berpikir benar dan salah, kamu sungguh sudah dikotak-kotakan oleh logikamu sendiri. Padahal kebenaran menurutmu belum tentu sebuah kebenaran yang hakiki. Cobalah untuk memahami kenapa orang gila itu begitu. Atau, cobalah kamu menjadi orang gila.

Apa yang kamu pahami dari orang gila itu bukan tentang kamu cari kebenaran dan kesalahannya. Toh orang gila juga manusia, mereka bisa salah dan bisa juga benar atas apa yang mereka lakukan. Belajarlah dari orang gila, pahami karena sejatinya kamu seorang pemikir. 

Dia pun mencoba untuk berhenti berpikir mencari jawaban tentang salah dan benar. Dia mencoba belajar untuk memahaminya. Ternyata, dari orang gila dia bisa belajar bagaimana caranya bertahan hidup meskipun serba kekurangan. Orang gila itu kurang sehat akalnya, ada juga yang kurang dari segi ekonomi, ada yang kurang dari segi fisik, sandang pangan dan papan juga kurang. Tapi mereka tetap menjalani hidup yang mungkin tanpa berkeluh kesah, mengeluh, dan bercerita di medsos seperti jaman sekarang. Begitu menakjubkan ternyata belajar dari orang gila. Apakah dia dan kamu harus jadi orang gila juga agar bisa menjalani dan memaknai kehidupan.

Rabu, 14 Juli 2021

draft #2

Dia tiba-tiba merasa sakit di dadanya kemudian terjatuh tidak sadarkan diri. Dia sudah terbangun di Rumah Sakit dan disampingnya sudah ada teman dekatnya. Dia diberi tahu mendapatkan serangan jantung.

Sesampainya di kamar dia terkejut. Ada sosok yang seperti dirinya, tapi bukan dirinya. Sosok tersebut mengatakan kepadanya bahwa waktunya sudah tidak akan lama lagi. Saat dia sudah tidak bisa melihatnya, itu berarti hari terakhir dia.

Lantas dia bertanya, berapa lama lagi waktu yang tersedia untuknya. Sosok tersebut tidak menjawab dengan pasti, namun satu yang harus dia sadari adalah kematiannya semakin mendekat. Dia ingin tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sosok yang mirip dengannya. Tapi, sosok tersebut mengatakan terserah padanya karena saat dia sudah tak melihatnya, itulah hari terakhirnya.

Dia melihat sosok tersebut sangat mirip dengannya dari perawakan dan sikapnya. Apa mungkin sosok tersebut adalah sisi lain darinya, yang terbentuk dari bayangan alam bawah sadarnya. Dia terus menatap dan memperhatikan dengan lebih rinci dan bertanya apa yang diketahui olehnya tentang dia. Sosok tersebut menjawab tahu segalanya tentang dia.

Kamis, 01 Juli 2021

draft #1

Orang berlalu lalang di depanku. Tak satupun yang bisa mengalihkan pandanganku dari tatapan matanya. Dia seperti sosok yang entah kapan pernah hadir dalam hidupku saat ku terjaga atau terlelap. Aku lupa. Tapi, dari sekian banyak raga yang berlalu, mataku masih tertuju padanya. Terlintas tanya, apa yang terjadi denganku, kenapa mataku tak bisa mengacuhkannya.

Hari ini semua mahasiswa baru (maba) berkumpul di lapangan kampus untuk menerima orientasi pertamanya, termasuk aku. Aku memilih kuliah di perguruan tinggi swasta karena pada saat tes masuk perguruan tinggi negeri aku tidak lolos. Akhirnya aku terdampar di sebuah kampus swasta yang tidak cukup terkenal di Indonesia. Aku menyebutnya Kampus Pendidikan Fiktif dengan jurusan yang aku ambil sabagai mahasiswa fakultas ilmu sosial.

Seperti maba umumnya, aku memakai celana hitam dan kemeja putih dengan pernak-pernik khas maba yang harus dipakai. Malu sebenarnya memakai pernak-pernik maba, tapi aku mau tidak mau mengikuti kemauan para senior yang sehari sebelumnya menyuruh begitu. Rasa ingin berontak ku simpan dalam hati, terpaksa ku ikuti keinginan mereka.

Di tengah acara orientasi, para maba diwajibkan untuk saling berkenalan. Semuanya diberikan waktu 5 menit oleh senior dan diwajibkan memiliki 10 orang kenalan. Ini berarti dalam waktu semenit aku harus bisa berkenalan dengan 2 orang. Kalau aku tidak mencapai target, sudah terbayang pasti hukuman menanti dari para senior.

Kemudian saat senior berkata, "mulai". Keadaan menajadi pecah, mereka berlalu lalang di hadapanku. Maba di kampus pendidikan fiktif mulai berkenalan satu sama lain. Termasuk aku yang mencoba untuk berkenalan dengan maba lain. Namun, saat aku hendak berkenalan dengan yang lain, mataku tertuju kepadanya.

Tatapan mata itu terasa hangat dan mengingatkan aku dengan seseorang. Matanya tertuju padaku di tengah lalu lalang maba yang saling berkenalan. Aku seakan terhipnotis olehnya, matakupun sama tertuju kepadanya. Langkah kaki ini pelan tapi tertuju padanya yang memandangiku dengan cara yang ku kenal. Iya, aku mengenal tatapan ini. Ini adalah tatapannya, si pemilik hati dengan tatapan hangat yang dipenuhi kasih dan sayang di masa lalu.

Jurnal #7 "Curhatannya"

Dia menunggu tapi tak terlalu berharap untuk bertemu. Berawal dari penasaran tentang kisah yang dia dengarkan. Orang itu mengingatkan dia kepada seseorang di masa lalu. Dia merasa ada keterkaitan dan keterikatan yang sulit diungkapkan lewat kata.

Pesan itu selalu berbalas, meskipun sebenarnya banyak pesan yang tidak jelas. Tapi dia menikmati pesan yang dia baca dan tulis. Dia mengamati setiap kata dari pesan yang dia terima. Begitulah dia, seorang pemikir.

Waktu pun berlalu, ketika dia hendak pergi terdengar suara itu memanggil. Ternyata orang itu lagi, orang yang sama yang bercerita tentang kisah hidup kepadanya. Ada mata yang memendam sejuta kisah kehidupan, tentang perih, penyesalan dan kesendirian.

Akhirnya dia kembali mendengarkan kisah kehidupan sambil menatap matanya untuk bisa menyelam lebih dalam. Tampaknya, sudah sangat dalam dia menyelami mata itu dan mendengarkan kisahnya. Curhatannya memiliki keterkaitan dan katerikatan dengannya, itu yang dia katakan untuknya.

Sabtu, 26 Juni 2021

Jurnal #6 "Lupa"

Lama sudah dia tak posting merangkai kata demi kata. Sekian banyak moment yang terlewatkan dan terlupa. Ya, dia sudah mulai lupa.

Bulan juni memiliki banyak kisan dan kesibukan baginya. Dia mengingat kembali apa saja yang terjadi dan coba untuk dia tuliskan. Namun, dia kembali terlupa.

Hari demi hari sudah berlalu. Dia bermaksud untuk menulis kembali agar mampu belajar bagaimana menjadi penulis yang bagus seperti niatan awalnya. Tapi sudah dapat kau tebak, dia pasti lupa.

Begitulah yang dia terus lakukan. Hingga saat ini rasanya dia mulai menikmati untuk melupakan.

Ah, terkadang dia merasa nyaman dengan kebiasaan barunya. Menjadi seseorang yang mampu melupakan dengan cepat melalui berbagai kesibukan dan alasan. Tapi itu bukan dia.

Lupa merupakan kekhilafan baginya, mendekati kesalahan. Nuraninya berontak untuk melupakan. Dia kembali mengingat semua kisah dan kesibukan di bulan juni. Banyak hal yang dia lupa untuk disyukuri hingga dia sadar, lupa itu adalah kekosongan baginya dalam melakukan evaluasi diri. Dan kini, dia mulai menulis lagi agar dia tak lupa.

Sabtu, 15 Mei 2021

Jurnal #5 "Silaturahmi"

Dia tidak kemana-mana, lebaran ini dia solat id di mesjid terdekat. Memang pernah ada niatan untuk mudik / pulang kampung menjelang hari raya. Tapi dengan beberapa pertimbangan, dia merasa lebih baik ikut anjuran pemerintah yang melarang mudik.

Tahun ini kebijakan larangan mudik kembali dikeluarkan oleh pemerintah. Dengan maksud mengendalikan pandemi Covid-19, tentu kebijakan ini sangat baik. Namun demikian, gejala sosial di hari raya sulit dibendung. Masyarakat Indonesia benar-benar Pancasilais, suka banget melakukan hal yang berbarengan. Mudik yang jelas dilarang saja dilawan, dengan alasan klasik ingin silaturahmi di kampung halaman bersama keluarga dan kerabat, tidak peduli dengan kebijakan pemerintah. Kebijakan pemerintah ini kalah dengan yang seakan sudah jadi kebijakan bersama, mudik menjelang hari raya.

Namun, kebijakan larangan mudik pemerintah juga menjadi anekdot rasanya ketika masyarakat dilarang pulang kampung tapi mereka diperbolehkan berwisata. Alangkah lucunya negeri ini. Dia berpendapat pemerintah seakan melarang bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat namun bersilaturahmi di kebun binatang dibolehkan. Ya mungkin inilah negeri anekdot paradoks. Sebuah negeri yang memiliki langkah maju untuk mencapai tujuan sekaligus melangkah mundur untuk meraihnya.

Gejala sosial mudik menjelang hari raya selalu identik dengan kegiatan ziarah kubur setelah pelaksanaan solat id. Mudik ini membuat masyarakat bisa silaturahmi dengan yang masih hidup dan juga silaturahmi kepada yang meninggal. Namun demikian, silaturahmi tersebut seakan menjadi alasan klasik yang klise. Sesungguhnya, dia berpendapat bahwa jika kamu mau mudik dan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat serta ziarah kubur, kenapa harus menunggu akan datangnya lebaran. Hal baik dan kebaikan lebih baik jangan ditunda-tunda, kamu tidak harus nunggu lebaran karena tidak ada yang tahu apakah dia dan kamu masih bisa menikmati berkah ramadhan.

Sabtu, 01 Mei 2021

Jurnal #4 "Harapan"

Dia lelah setelah seharian menyibukkan diri untuk mempersiapkan rencananya agar berjalan sukses waktu itu. Kamu mungkin belum tahu dia seperti apa, namun hal tersebut adalah wajar karena untuk memahami itu butuh waktu dan tak akan cukup menjelaskan. Dia memiliki rencana dan niat yang baik, namun itu tidak menjamin akan menjadi hal yang baik di sudut pandang orang lain. Tidak usah khawatir, begitulah kehidupan. Orang sungguh hanya menilai dan melihat yang tampak.

Sore itu, dia mencoba mewujudkan harapannya. Di bulan yang penuh berkah, ramadhan 1442 hijriyah, dia membuka program ngabuburit khatam al quran. Untuk khatam al quran ini dia butuh 30 orang sehingga per orang minimal membaca satu juz. Namun, kegiatan pertamanya ini hanya bisa dilaksanakan oleh 20 orang. Ditambah dengannya, maka sore itu hanya bisa sampai membaca Al quran 21 juz. Ada kesedihan, namun ada kepuasan dan kebahagiaan dalam hatinya. Ini adalah pelopor, kedua puluh orang inilah yang telah mewujudkan harapannya. Dia bersyukur dan masih terus berharap, pada waktunya nanti bukan cuma khatam al quran sebanyak 30 juz, dia berharap bisa lebih dari itu. Hanya itu saja harapan dia, mungkin di lain waktu harapannya akan lebih dari yang ku tulis. Dia orang yang penuh dengan harapan, dia orang yang dirahmati dan disayang yang maha kuasa, dia yakin itu. Alhamdulillah 

Kamis, 08 April 2021

Jurnal #3 "Keyakinan"

 Sore ini dia memakai setelan olahraga. Sedari pagi dia berniat untuk berolahraga, namun hingga sore ternyata hanya bercengkrama dengan temannya. Oiya temannya dia kali ini mari kita panggil dengan sebutan "aniki".


Aniki ini merupakan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Dia bertanya-tanya kenapa sampai saat ini skripsinya belum selesai. Permasalahan atau revisi seperti apa yang membuat aniki tidak menyelesaikan skripsinya tersebut.


Jawaban dari aniki ternyata membuat dia kembali menceritakan perihal obrolannya dengan john yang merupakan teman aniki juga. Namun, dia menambahkan dengan sedikit menjelaskan beberapa pemahaman yang sepertinya aniki belum mengerti dalam menyelesaikan skripsinya. Dia menjelaskan pengertian teori kognitif bloom dari C1-C4 dan mengibaratkan contohnya dengan ibadah solat.


Sedikit akan saya ketik tentang apa yang dia jelaskan kepada aniki. C1 merupakan aspek pengetahuan, diibaratkan dalam ibadah solat maka anak harus tahu dan ingat bacaan niat dan bacaan apa saja dalam gerakan solat. C2 merupakan aspek pemahaman, saat anak mengingat semua bacaan solat dia paham setiap gerakan ada bacaannya yang berbeda atau sama dengan gerakan yang lain. Jadi mereka paham apa yang boleh dan tidak boleh dibaca atau digerakkan. C3 adalah tentang penerapan, mereka mengetahui gerakan solat dan bisa melaksanakannya sesuai dengan bacaannya. Penerapan ini harus sesuai dengan SOP yang dalam bahasa keislaman adalah tumaninah gerakan solatnya. Sedangkan untuk C4, mereka mulai bisa menganalisis apakah gerakannya benar dan sesuai datau apa ada yang salah dan harus diperbaiki. Begitulah yang dia jelaskan kepada aniki.


Dia kembali menegaskan kepada aniki bahwa permasalahan yang dialaminya merupakan hal yang wajar dan justru harus membuatnya memiliki sebuah keyakinan. Permasalahan aniki bagi dia intinya hanyalah tentang keyakinan apakah aniki bisa dan mampu menyelesaikannya. Setiap kali pertanyaan dia ajukan kepada aniki, isinya hanya tentang ketidakyakinan aniki tentang skripsi yang belum selesai. Dia kemudian mengingatkan kembali bahwa dalam keyakinannya, berpikir adalah cara manusia untuk menjadi manusia dan bergerak adalah cara untuk mengubah dan mewujudkan pemikirannya. Namun, kembali lagi dia meyakinkan kepada aniki bahwa kunci dari semua ini bukan dari luar tapi dari diri sendiri dan itu tentang keyakinan. Yakinlah kau mampu, aniki.

Senin, 05 April 2021

Jurnal #2 "Berpikir"

 Hari ini suasana hati dia sedang tidak terlalu buruk. Tak terbesit rencana untuk memanggil seseorang dan diajak berbicara. Namun sore hari setelah dia berolahraga, dia memanggil temannya untuk mengobrol.


Dia bertanya kepada temannya tersebut mau membicarakan apa, hal tersebut dilakukan agar temannya tertarik untuk mengobrol. Temannya mengajak untuk mengobrol tentang wanita. Dia kemudian bertanya kenapa harus mengobrol wanita, apakah kamu sudah memiliki pacar? Dengan jawaban yang tidak percaya diri, temannya pun menjawab dengan jujur bahwa belum pernah memiliki pacar.


Mari kita panggil temannya sebagai "John".


Jadi, jhon ini bercerita kepadanya bahwa selama ini wanita bagi john adalah seorang yang pilah-pilih. Hal ini berkaca dari pengalaman bahwa john yang tidak pernah memiliki pacar. Padahal dia sudah mencoba mendekati beberapa wanita untuk john jadikan sebagai pelabuhan hatinya. Namun, sepertinya john ini selalu ditolak sebelum mengungkapkan perasaannya.


Dia mendengarkan cerita john tentang wanita dari sudut pandang john dan melontarkan pertanyaan untuk john. Apakah semua wanita itu pilah-pilih dan adakah wanita yang tidak pilah-pilih? John dengan sedikit ragu menjawab bahwa tidak semua wanita seperti itu, wanita tidak semua pilah-pilih. Maka dari itu, dia melanjutkan pertanyaan kepada john lantas siapakah yang salah? Wanita ataukah john?


John sepertinya mulai menyadari bahwa selama ini dia hanya bisa menyalahkan wanita atas keadaannya selama ini yang menjomlo. Padahal, wanita itu sebenarnya makhluk yang benar alias tidak akan pernah merasa salah di hadapan orang yang dia sayang. Oleh karena itu, dia menyampaikan kepada john yang harusnya kamu lakukan pertama kali adalah merenung john, berpikir.


Berpikirlah siapa sebenarnya dirimu? Apakah selama ini salah caramu? Jika kamu sudah menyadari kesalahanmu, maka sekarang tinggal kamu lakukan hal yang benar dan seharusnya dilakukan olehmu, namun dengan tetap menyadari siapakah kamu yang sebenarnya, jati dirimu. Hal ini bisa kamu lakukan hanya dengan berpikir john, itulah inti yang dia sampaikan dari obrolan di kala senja menguning saat ini. Mari merenung john, berpikirlah.


Dia kemudian menyelesaikan tulisan ini ketika adzan maghrib berkumandang, sedangkan john sudah sejam yang lalu pamit pulang.

Minggu, 04 April 2021

Jurnal #1 "Mengenang"

 Kamu tidak tahu dia hari ini sudah mulai menulis lagi. Dia kembali tersadar bahwa sesungguhnya semua ini kembali padanya, apakah dia mau terus berdiam atau tetap melangkah biarpun pelan. Ini semua tentang perubahan yang selalu dia inginkan.


Hari ini dia melihat beberapa video konten youtube dan mendengarkan beberapa lagu terbaru. Beberapa minggu terakhir dia tertarik dengan memainkan gitar dan membuat beberapa karya. Namun ternyata dunianya hanya sebatas kotak yang dia buat hingga akhirnya hari ini dia sadar apa yang telah dia perbuat. Kini, jurnal pertama dia tulis sesaat setelah dia melaksanakan solat maghrib.


Kali ini dia ingin menuliskan tentang perasaan kesendirian yang selalu dirasakannya. Namun setelah menonton dan mendengarkan beberapa lagu dari Fiersa Besari, dia terinspirasi. Ada benarnya bahwa, "Jika kamu bisa menangis karena hal yang sama, maka kamu pun seharusnya bisa tertawa dengan hal yang sama pula."


Memaknai kalimat tersebut dia tersadar, banyak hal yang ternyata bisa dia ingat dan membuatnya bahagia dalam kesendiriannya. Hal yang dia lakukan hanya dengan mengenangnya.


Jika dia bisa bersedih karena hal yang sama, maka dia bisa bersyukur mengenang hal yang sama hingga akhirnya membuat dia tersenyum dan bahagia.

Kamis, 18 Februari 2021

RECOGNITION

ALLAH... ALLAH...
ALLAH... ALLAH...

AKULAH HAMBAMU
TAK LAYAK KE SURGAMU
AMPUNI DOSAKU
RAHMATILAH AKU

ALLAH... ALLAH...
ALLAH... ALLAH...

AKULAH HAMBAMU
TAK KUAT NERAKAMU
KU TAUBAT KEPADAMU
AMPUNILAH DOSAKU

ALLAH... ALLAH...
ALLAH... ALLAH...

DOSAKU BAGAI PASIR
UMURKU BERKURANG
DOSAKU BERTAMBAH
AMPUNILAH AKU

ALLAH... ALLAH...
ALLAH... ALLAH...

KU DATANG PADAMU
MENGAKUI DOSAKU
MEMOHON PADAMU
SANG MAHA PENGAMPUN

ALLAH... ALLAH...
ALLAH... ALLAH...

Sabtu, 30 Januari 2021

UPAYA PENCEGAHAN KONFLIK YANG BERSIFAT SARA

Kamu pernah melihat pertandingan sepakbola kan? Setiap tim yang bertanding seharusnya memiliki tujuan untuk menang. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah kerjasama dan strategi menyerang dan atau bertahan yang tepat. Jika tidak bisa menerapkan hal tersebut, maka tujuan untuk memenangkan pertandingan bisa jadi malah kekalahan yang didapatkan. Jika kekalahan yang didapatkan maka dengan mudahnya kamu dan timmu bisa saling menyalahkan dan juga menyadari kelemahan. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan sebuah kemenangan maka sebuah tim harus bersatu dan bekerjasama untuk mencapainya.

Menurut kamu, dari pertandingan sepakbola bisa menimbulkan konflik tidak? Jawabannya tentu saja sangat memungkinkan. Bahkan konflik yang bersifat SARA juga sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, kamu harus memiliki dan mengetahui bagaimanakah cara mencegah konflik yang bersifat SARA.

Konflik yang bersifat SARA sangat mengancam persatuan dan keutuhan negara Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia kita wajib menjaga persatuan dan keutuhan wilayah NKRI. Salah satu yang harus kita pahami adalah pengertian dari ketahanan nasional yang berarti merupakan kekuatan, kemampuan dan daya tahan negara dalam menghadapi tantangan, ancaman dan gangguan yang datang dari dalam maupun dari luar negeri yang dapat membahayakan kelangsungan bangsa dan negara.

Agar kita memiliki ketahanan nasional yang kuat maka sudah seharusnya ketahanan fisik dan ketahanan jiwa warga negara Indonesia harus dilatih. Melatih hal tersebut dengan cara menerapkan berbagai perilaku yang menjaga persatuan dan kesatuan dalam kesehariannya. Untuk menerapkan nilai persatuan dan kesatuan akan bermakna apabila dipraktekan dalam perilaku sebagai berikut:

  1. Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Wilayah Indonesia
  2. Meningkatkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika
  3. Mengembangkan Semangat Kekeluargaan
  4. Menghindari SARA

Beberapa manfaat persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang antarsesama
  2. Pergaulan antarsesama akan lebih rukun dan akrab
  3. Terwujudnya sikap saling mencintai dan saling membantu
  4. Dapat mengatasi semua perbedaan yang ada dengan penuh kesadaran
  5. Pembangunan nasional akan berjalan lebih baik dan lancer
  6. Pelaksanaan gotong royong akan dapat berjalan lancar dan baik


Kamis, 21 Januari 2021

PERMASALAHAN KEBERAGAMAN SARA

Indonesia adalah negara yang penuh dengan keberagaman SARA. Kamu dapat membayangkan jika tidak ada persatuan di dalam masyarakat Indonesia maka apa yang akan terjadi? Iya, yang akan terjadi adalah perpecahan dan beragam konflik.

Konflik berasal dari Bahasa latin confogere yang berarti saling memukul. Beberapa ahli memiliki pendapat mengenai pengertian dari konflik sebagai berikut:

1.     Berstein, konflik merupakan suatu pertentangan yang tidak dapat dicegah. Konflik mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan ada pula yang negative di dalam interaksi manusia.

2.    Robert M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status dan kekuasaan. Tujuan dari mereka yang berkonflik tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk mengalahkan saigannya.

3.       Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses individu atau kelompok yang berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.

4.        Cliton F. Fink, konflik adalah hubungan yang berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tidak dapat disesuaikan dan tidak dapat dipertemukan akibat adanya struktur nilai yeng berbeda.

5.       Gillin dan Gillin, konflik merupakan bagian dari proses interaksi yang saling berlawanan (oppositional process). Artinya, konflik merupakan bagian dari sebuah proses interaksi sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan, baik fisik, emosi, kebudayaan dan perilaku.

Keberagaman yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dapat menimbulkan beberapa konflik sebagai berikut:

1.  Konflik antarsuku

Setiap suku memiliki keunikan masing-masing dengan budaya yang khas. Perbedaan yang dimiliki oleh setiap suku dapat menjadi faktor utama penyebab konflik antarsuku. Kekhasan dan keunikan yang dimiliki oleh suku yang ada di Indonesia tidak menutup kemungkinan berkembangnya etnosentrisme (paham atau pandangan yang menganggap bahwa budaya yang dimilikinya lebih baik dibandingkan budaya suku yang lain). Selain etnosentrisme / fanatisme kesukuan yang berlebihan ada beberapa faktor penyebab konflik antarsuku seperti sejarah masa lalu antarsuku dan kesenjangan ekonomi.

2.  Konflik antaragama

Negara Indonesia adalah negara yang menjamin kebebasan atau kemerdekaan setiap penduduknya untuk memeluk agama dan menjalankan  peribadatannya. Keyakinan beragama merupakan suatu hal yang sangat sensitive dan rentan menjadi sumber konflik. Keyakinan terhadap agama merupakan suatu kebutuhan rohaniah setiap warga negara Indonesia. Oleh karena itu, di zaman perekembangan teknologi dan kecepatan informasi seperti saat ini kita harus bisa menyaring setiap informasi yang didapat. Jangan sampai karena penyebaran berita palsu (hoax) kita menjadi korban dari konflik antaragama. Bahkan, dewasa ini seringkali juga terjadi konflik seagama yang dikarenakan hoax / berita palsu yang beredar dan banyak dipercaya oleh masyarakat.

3.  Konflik antarras

Ras merupakan golongan bangsa yang berdasarkan ciri-ciri fisik. Coba kamu bayangkan dari Sabang sampai Merauke, seluruh warga negara Indonesia apakah memiliki ciri-ciri fisik yang sama? Tentu tidak kan. Memang benar banyak ciri-ciri fisik yang terlihat jelas berbeda yang dimiliki oleh warga negara Indonesia. Terlihat warna kulit, bentuk hidung, bentuk mata, rambut, bibir dan bentuk fisik lainnya yang beragam. Beberapa ahli meyakini bahwa ras yang berada di Indonesia adalah ras papua Melanesia, ras Veddoid, ras proto melayu, ras deutro melayu dan ras melayu muda. Konflik antarras dapat terjadi karena Tindakan atau sikap rasis (merendahkan dan melecehkan ras yang lainnya). Rasisme merupakan paham atau pandangan yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu sehingga suatu ras lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.

4.  Konflik antargolongan

Golongan merupakan kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat yang didasarkan pada kesamaan kepentingan maupun tujuan. Selain itu, golongan juga dapat diartikan sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kriteria yang sama. Golongan ini bisa berdasarkan usia, pekerjaan, Pendidikan, jenis kelamin, kecintaan dan sebagainya. Masyarakat Indonesia yang beragam bisa memiliki kesamaan dalam kriteria sehingga membentuk suatu kelompok golongan sebagai contoh supporter sepakbola. Saking cintanya terhadap klub sepakbola maka rentan terjadi kerusuhan antarsuporter di Indonesia seperti kerusuhan antar supporter persija (the jak) dengan supporter persib bandung (bobotoh). Kerusuhan supporter ini banyak terjadi bahkan sampai meninggalkan korban nyawa. Selain itu, konflik antargolongan yang nampak terlihat juga pada saat pemilihan presiden tahun 2019 dimana kedua pendukung dari capres terlibat dalam konflik yang mengakibatkan keduanya memiliki panggilan menyindir untuk masing-masing (panggilan kadrun dan cebong).

Sabtu, 09 Januari 2021

Prinsip Persatuan dalam Keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA)

 Sebagai warga negara Indonesia, kita harus bisa memahami dan menerapkan prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan dari keberagaman di Indonesia. Beberapa prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika

Kamu tahu semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditemukan dalam buku apa dan karangan siapa? Iya, kalimat semboyan itu terdapat dalam Buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna walaupun berbeda tetapi tetap satu jua. Artinya, semboyan negara menjadi salah satu pemersatu keberagaman yang ada dalam masyarakat. Sejarah kemerdekaan Indonesia telah membuktikan kekuatan dari persatuan dalam perbedaan. Peristiwa bersejarah seperti Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional ataupun perumusan dasar negara dan UUD 1945 menjadi bukti kuat bahwa masyarakat pada saat itu mampu menerapkan Bhinneka Tunggal Ika. Sekarang, menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan merawat Bhinneka Tunggal Ika.

2. Prinsip Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Nasionalisme yang harus kita terapkan melalui usaha mencapai, mempertahankan, mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan Bangsa Indonesia tanpa memandang remeh bangsa dan negara lain. Nasionalisme positif harus mampu kita terapkan dalam keseharian jangan sampai nasionalisme berlebihan yang negatif mengakibatkan Chauvinisme yang menganggap bangsa dan negaranya merupakan yang terbaik sehingga bangsa dan negara lain dianggap remeh.

Nasionalisme Indonesia berarti bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasa ingin bersatu, satu perangai dan nasib, serta persatuan antara orang dan tempat. Tidak ada nasionalisme yang bersifat sempit yang hanya mementingkan pada golongan atau kelompok kecil seperti suku, agama, ras dan golongan. Nasionalisme Indonesia bersifat menyeleruh yang merangkul semua keberagaman masyarakat Indonesia dan tidak bersifat internasionalisme (memperluas wilayah bangsa). 

 

3. Prinsip Kebebasan yang Bertanggungjawab

Setiap orang berhak untuk mengemukakan pendapat. Namun demikian dalam menggunakan hak mengemukakan pendapat kita harus memegang prinsip bebas dan bertanggungjawab. Bebas disini dapat berarti bahwa setiap ide, pikiran dan pendapat kita dapat dikemukakana tanpa tekanan dari siapapun. Sedangkan bertanggungjawab berarti bahwa setiap ide, pikiran dan pendapat kita harus dilandasi oleh akal sehat, niat baik dan norma-norma yang berlaku. Kemerdekaan mengemukakan pendapat ini selain dilindungi oleh UUD 1945 juga tercantum dalam pasal 29 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia.

Kebebasan yang bertanggungjawab berarti bahwa kita harus menyeimbangkan antara kebebasan dan tanggungjawab dalam mengemukakan pendapat kita sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang menyebarkan berita/kabar palsu (hoax). Beberapa hal yang dapat kamu perhatikan dalam mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab di muka umum adalah sebagai berikut:

1.            Menyampaikan pendapat dengan kata-kata yang sopan dan santun.

2.            Tidak memotong pembicaraan orang lain

3.            Didasarkan pada akal sehat dan hati Nurani yang luhur sehingga tidak sembarangan berpendapat.

4.            Berani menanggung resiko bila ada sanggahan dari pihak lain.

5.            Tidak suka memaksakan kehendak (pendapat sendiri)

6.            Mengutamakan atau mewakili kepentingan bersama tidak hanya kepentingan pribadi sehingga dpat memberi manfaat bagi kehidupan bersama.

7.            Apabila saran/usulan/kritik tidak bisa diterima maka harus berbesar hati untuk menerimanya.

8.            Dapat melaksanakan hasil keputusan bersama secara jujur dan bertanggungjawab.

9.            Mengemukakan pendapat hendaknya dilandasi oleh keinginan untuk mengembangkan nilai-nilai keadilan, demokrasi dan kesejahteraan.

Mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab harus kamu terapkan dalam setiap aspek kehidupan dan keseharianmu. Beberapa contoh sederhana praktek mengemukakan pendapat di zaman medsos saat ini adalah mengecek fakta setiap berita yang kamu terima sebelum menyebarkan kepada yang lain karena pada saat ini banyak sekali berita palsu (hoax). Selain itu, pada saat belajar daring kamu menuliskan sumber jawaban dari tugas online yang diberikan oleh guru sebagai bukti bahwa jawaban kamu dapat dipertanggungjawabkan. Berikut ini beberapa contoh bagaimana penerapan kebebasan yang bertanggungjawab saat menggunakan media sosial, di lingkungan masyarakat, sekolah dan keluarga:

A.           Lingkungan keluarga

1)            Mengutarakan pendapat secara santun, tetap menghormati orang tua dan angggota keluarga yang lainnya.

2)            Menerima pendapat yang baik untuk kepentingan keluarga tanpa rasa terpaksa.

3)            Menghargai dan mendengarkan pendapat anggota keluarga yang lain sekalipun bertentangan dengan pendapat kita.

 

B.           Lingkungan sekolah

1)            Dalam suatu diskusi belajar dan atau rapat kelas/osis mengikuti dengan tertib dan mengemukakan pendapat secara santun dan jelas tanpa menyinggung perasaan peserta lain.

2)            Tidak memaksakan pendapat di dalam diskusi belajar dan atau rapat kelas/osis.

3)            Menerima pendapat peserta lain yang sesuai dengan kepentingan bersama.

4)            Melaksanakan hasil kesepakatan bersama.

 

C.           Lingkungan masyarakat

1)            Mengikuti kegiatan musyawarah dengan tertib dan santun dalam mengemukakan pendapat.

2)            Musyawarah dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan.

3)            Perbedaan pendapat bukan bertujuan untuk memenangkan satu pendapat melainkan untuk mencapai mufakat (kesepakatan bersama).

4)            Setiap peserta menerima ataupun menyanggah pendapat orang lain tanpa menyinggung perasaan yang bersangkutan.

5)            Melaksanakan hasil kesepakatan bersama meskipun bukan berasal dari hasil ide/gagasannya sendiri.

 

D.           Media Sosial

1)            Menggunakan media sosial dengan bijak dan mengupload atau berkomentar secara santun dan dapat dipertanggungjawabkan.

2)            Mengecek data dan fakta setiap informasi yang diterima lewat media sosial sebelum kamu menyebarluaskannya.

3)            Memperhatikan norma-norma yang berlaku ketika akan mengupload atau berkomentar dalam media sosial.

 

4. Prinsip Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan pandangan atau anggapan bahwa nusantara adalah kepulauan yang meerupakan suatu kesatuan, termasuk semua laut dan selatnya. Kita menyadari bahwa negara Indonesia terdiri atas beberapa pulau sehingga dengan adanya prinsip wawasan nusatara maka rakyat Indonesia mengakui bahwa pulau-pulau, laut-laut dan selat-selat yang ada di wilayah Indonesia merupakan kesatuan. Wawasan nusantara ini berkedudukan sebagai visi bangsa yang harus bisa kita capai. Dengan wawasan nusantara maka kita akan menjadi bangsa yang memiliki kesatuan wilayah secara utuh.

Kedudukan wawasan nusantar ini berarti posisi, cara pandang dan perilaku bangsa Indonesia mengenai dirinya yang kaya akan berbagai suku bangsa, agama, Bahasa dan kondisi lingkungan geografis yang berwujud negara kepulauan, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, status dari wawasan nusantara menempati urutan ketiga setelah Pancasila dan UUD 1945. Tujuan dari wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi, kelompok, golongan dan suku bangsa/daaerah.

5. Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-cita Reformasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (di bidang sosial, politik atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Dengan demikian dapat diartikan bahwa reformasi yang terjadi di Indonesia merupakan suatu perubahan tatanan perikehidupan lama ke tatanan perikehidupan baru yang lebih baik. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya reformasi di Indonesia, namun tujuan dari reformasi adalah terciptanya kehidupan dalam bidang politik, ekonomi,  hukum, dan sosial yang lebih baik dari masa sebelumnya.

Terdapat 5 (lima) cita-cita reformasi yang diinginkan oleh rakyat Indonesia sebagai berikut:

1)    Pemerintahan yang bersih dan transparan

2)    Pemerintahan yang pro kepada rakyat

3)    Pro demokrasi

4)    Memajukan rakyat, dan

5)    Mensejahterakan rakyat


Jumat, 08 Januari 2021

KERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA

 Mengapa terjadi keragaman budaya di Indonesia? Keragaman budaya di Indonesia ada karena faktor geografis sebagai negara kepulauan. Keragaman terjadi juga karena letak Indonesia di jalur pelayaran perdagangan dunia, sehingga interaksi dengan budaya bangsa lain menjad erat

Indonesia terdiri dari kurang lebih 656 suku bangsa dengan bahasa lokal 300 macam. Keanekaragaman tersebut merupakan kekayaan milik Bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan sehingga mampu memberikan warna ketentraman dan kedamaian bagi rakyat Indonesia.

A. Interaksi di Masyarakat yang Beragam Sosial Budaya

Cara interaksi dengan masyarakat yang beragam sosial budaya adalah melalui:

1. Meningkatkan Toleransi Antar Sesama

Toleransi dibutuhkan pada sesama masyarakat Indonesia agar bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang suku,agama, ras dan antar golongan.

Toleransi merupakan sikap untuk mengerti, memahami dan menerima perbedaan antar individu. Sikap ini tanpa paksaan dan tidak ingin memaksakan orang lain untuk melakukan hal yang sama.

2. Mengembangkan Sikap Saling Menerima

Perbedaan adalah keniscayaan dalam masyarakat. Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan karena dia atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap berjalan. Di Negara yang lainnya, tentu tidak memiliki keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.

Menerima perbedaan antara suku, agama dan kebudayaan dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan

3. Menghargai Perbedaan yang Ada

Manusia memandang dan menyikapi apa yang terdapat dalam alam semesta bersumber dari beberapa faktor yang dominan dalam kehidupannya. Faktor itu boleh jadi berasal dari kebudayaan, filsafat, agama, kepercayaan, tatanilai masyarakat atau lainnya. Luasnya pandangan manusia tergantung pada faktor dominan yang mempengaruhinya.

Menghargai perbedaan dilakukan sesuai norma dan hukum yang berlaku di masyakat dan negara. Bila ada perbedaan, musyawarah untuk mencapai mufakat adalah jalan terbaik.

4. Menjalin Kerjasama yang Baik

Tentunya dibutuhkan saling kesepahaman antar individu, keluarga, bertetangga dan dalam masyarakat lingkup kecil demi keselarasan kehidupan. Kerjasama yang dilakukan, dilandasi rasa ikhlas dan penuh tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan bersama.

Secara ringkas, penyebab keragaman budaya di Indonesia terjadi karena:
1. Letak strategis wilayah Indonesia.
2. Kondisi negara kepulauan.
3. Perbedaan kondisi alam.
4. Keadaan transportasi dan komunikasi.
5. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan.
6. Faktor Sejarah.
7. Faktor Agama.
8. Pegaruh kebudayaan asing.
9. Ras.
10. Golongan atau kelompok dalam masyarakat

B. Manfaat Keragaman Sosial Budaya

Tahukah kamu, keragaman sosial budaya juga memiliki manfaat loh. Berikut ini adalah manfaat keragaman sosial budaya bagi bangsa Indonesia:

1. Menjadi Kekayaan Budaya Bangsa

Dengan menjadi satu kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, berabgai macam budaya yang terbentang dari Sabang hingga Merauke menjadi kekayaan Indonesia. Kekayaan budaya yang ada, dilindungi pemerintah dengan undang-undang sekaligus mendorong pelestarian kebudayaan daerah.

2. Mempererat Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Bahasa daerah merupakan salah satu unsur penting dalam membangun suatu kebudayaan. Bahasa daerah menjadi identitas dan alat komunikasi bagi masyarakat penggunanya. Bahasa juga mencerminkan jati diri kelompok suatu suku bangsa.

Hal ini perlu menjadi perhatian dari kita semua untuk melestarikan kekayaan bangsa ini agar tidak punah. Upaya yang dapat diilakukan antara lain:
– Mengajarkan bahasa daerah oleh orang tua kepada anak-anaknya dan menggunakan secara aktif di rumah untuk berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga.
– Menggunakan bahasa daerah dalam pendidikan terutama untuk kelas-kelas awal.
– Kebijakan penggunaan dan pelestarian daerah oleh pemerintah

Dilansir dari situs museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, pada 28 Oktober 1928, para peserta Kongres Pemuda II bersepakat merumuskan tiga janji yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda. Isi sumpah pemuda, diataranya adalah ‘Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.’

Menjunjung tinggi bahasa persatuan bermakna tekad untuk menjadi satu kesatuan Indonesia dengan tetap menjaga beragai keragaman bahasa daerah yang merupakan kekayaan bangsa.

3. Memperluas Toleransi dan Wawasan Masyarakat Tentang Keragaman Budaya

Menghargai perbedaan saat bermasyarakat, berada di sekolah dan lingkungan kerja menjadi penting. Indonesia adalah negara multikultural, tapi bukan negara multikulturalis. Karena itu multikulturalisme tidak menjadi solusi dalam pengelolaan keragaman di Indonesia.

Toleransi perlu ditengah masyarakat yang berbeda-beda. Perbedaan adalah keniscayaan dalam masyarakat. Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan karena dia atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap berjalan.

Di negara yang lainnya, tentu tidak memiliki keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.

Menerima perbedaan antara suku, agama dan kebudayaan dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan.

4. Menjadi Daya Tarik Wisata

Setiap daerah memiliki budayanya masing-masing dan tentunya berbeda-beda. Bahkan di suatu daerah kita bisa menemukan kelompok-kelompok yang menggunakan bahasa yang benar-benar berbeda dengan latar belakang sejarah yang berbeda. Biasanya setiap budaya memiliki peninggalan bersejarahnya masing-masing. Tentu peninggalan bersejarah ini akan sangat baik bagi daerah tersebut untuk dijadikan objek wisata seperti museum, monumen, dan tempat wisata lainnya.

Sadar atau tidak, wisatawan yang berkunjung ke Indonesia bukan semata-mata karna kekayaan alamnya yang begitu indah tapi juga karena Indonesia kaya akan budaya yang tidak mungkin kita temukan di negara lain. Wisatawan asing begitu takjub dengan beragam kebudayaan yang ada di negara kita yang begitu kental, sebut saja Bali, Yogya dan Toraja. Setiap tahunnya ada jutaan turis asing yang memilih tempat-tempat ini untuk dijadikan tujuan, bukan hanya untuk berwisata tapi juga menambah pengetahuan.

5. Menjadi Warisan Budaya Dunia

Sebagai bagian dari bangsa-bangsa yang ada di dunia, Indonesia menjadi unsur untuk memelihara kebudayaan manusia di dunia. Suatu kebudayaan tentunya terdiri dari berbagai macam hal yang berhubungan dengan daerah asalnya. Unsur-unsur budaya Mulai dari bahasa, busana, tarian, kuliner, rumah adat, bahkan mitos-mitos dan ada kepercayaan yang berbeda.

Beberapa budaya Indonesia yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia diantaranya adalah pencak silat, batik, keris, perahu pinisi, gamelan, dan sistem irigasi persawahan tradisional asal Bali yang bernama subak.

Oleh karena itu, keragaman sosial budaya menjad kebudayaan nasional yang berlandaskan Undang-Undang Dasar. Sebagai pelajar, generasi muda dan anggota masyarakat hendaknya mengembangkan keragaman sosial budaya menjadi kebudayaan nasional dengan landasan dan arah tujuannya yang dituangkan dalam penjelasan pasal 32 UUD 45 yang berbunyi:
“Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncakpuncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolakbahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia”.

Jadi, kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang mampu memberi makna bagi kehidupan berbangsa dan berkepribadian, akan dapat dibanggakan sebagai identitas nasional.

 Sumber: https://indomaritim.id/mengapa-terjadi-keragaman-budaya-di-indonesia-begini-penjelasannya/#:~:text=Keragaman%20budaya%20di%20Indonesia%20ada,dengan%20bahasa%20lokal%20300%20macam. Diakses pada tanggal 8 Januari 2021 pukul 10.47 wib.