Kamis, 08 April 2021

Jurnal #3 "Keyakinan"

 Sore ini dia memakai setelan olahraga. Sedari pagi dia berniat untuk berolahraga, namun hingga sore ternyata hanya bercengkrama dengan temannya. Oiya temannya dia kali ini mari kita panggil dengan sebutan "aniki".


Aniki ini merupakan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Dia bertanya-tanya kenapa sampai saat ini skripsinya belum selesai. Permasalahan atau revisi seperti apa yang membuat aniki tidak menyelesaikan skripsinya tersebut.


Jawaban dari aniki ternyata membuat dia kembali menceritakan perihal obrolannya dengan john yang merupakan teman aniki juga. Namun, dia menambahkan dengan sedikit menjelaskan beberapa pemahaman yang sepertinya aniki belum mengerti dalam menyelesaikan skripsinya. Dia menjelaskan pengertian teori kognitif bloom dari C1-C4 dan mengibaratkan contohnya dengan ibadah solat.


Sedikit akan saya ketik tentang apa yang dia jelaskan kepada aniki. C1 merupakan aspek pengetahuan, diibaratkan dalam ibadah solat maka anak harus tahu dan ingat bacaan niat dan bacaan apa saja dalam gerakan solat. C2 merupakan aspek pemahaman, saat anak mengingat semua bacaan solat dia paham setiap gerakan ada bacaannya yang berbeda atau sama dengan gerakan yang lain. Jadi mereka paham apa yang boleh dan tidak boleh dibaca atau digerakkan. C3 adalah tentang penerapan, mereka mengetahui gerakan solat dan bisa melaksanakannya sesuai dengan bacaannya. Penerapan ini harus sesuai dengan SOP yang dalam bahasa keislaman adalah tumaninah gerakan solatnya. Sedangkan untuk C4, mereka mulai bisa menganalisis apakah gerakannya benar dan sesuai datau apa ada yang salah dan harus diperbaiki. Begitulah yang dia jelaskan kepada aniki.


Dia kembali menegaskan kepada aniki bahwa permasalahan yang dialaminya merupakan hal yang wajar dan justru harus membuatnya memiliki sebuah keyakinan. Permasalahan aniki bagi dia intinya hanyalah tentang keyakinan apakah aniki bisa dan mampu menyelesaikannya. Setiap kali pertanyaan dia ajukan kepada aniki, isinya hanya tentang ketidakyakinan aniki tentang skripsi yang belum selesai. Dia kemudian mengingatkan kembali bahwa dalam keyakinannya, berpikir adalah cara manusia untuk menjadi manusia dan bergerak adalah cara untuk mengubah dan mewujudkan pemikirannya. Namun, kembali lagi dia meyakinkan kepada aniki bahwa kunci dari semua ini bukan dari luar tapi dari diri sendiri dan itu tentang keyakinan. Yakinlah kau mampu, aniki.

Senin, 05 April 2021

Jurnal #2 "Berpikir"

 Hari ini suasana hati dia sedang tidak terlalu buruk. Tak terbesit rencana untuk memanggil seseorang dan diajak berbicara. Namun sore hari setelah dia berolahraga, dia memanggil temannya untuk mengobrol.


Dia bertanya kepada temannya tersebut mau membicarakan apa, hal tersebut dilakukan agar temannya tertarik untuk mengobrol. Temannya mengajak untuk mengobrol tentang wanita. Dia kemudian bertanya kenapa harus mengobrol wanita, apakah kamu sudah memiliki pacar? Dengan jawaban yang tidak percaya diri, temannya pun menjawab dengan jujur bahwa belum pernah memiliki pacar.


Mari kita panggil temannya sebagai "John".


Jadi, jhon ini bercerita kepadanya bahwa selama ini wanita bagi john adalah seorang yang pilah-pilih. Hal ini berkaca dari pengalaman bahwa john yang tidak pernah memiliki pacar. Padahal dia sudah mencoba mendekati beberapa wanita untuk john jadikan sebagai pelabuhan hatinya. Namun, sepertinya john ini selalu ditolak sebelum mengungkapkan perasaannya.


Dia mendengarkan cerita john tentang wanita dari sudut pandang john dan melontarkan pertanyaan untuk john. Apakah semua wanita itu pilah-pilih dan adakah wanita yang tidak pilah-pilih? John dengan sedikit ragu menjawab bahwa tidak semua wanita seperti itu, wanita tidak semua pilah-pilih. Maka dari itu, dia melanjutkan pertanyaan kepada john lantas siapakah yang salah? Wanita ataukah john?


John sepertinya mulai menyadari bahwa selama ini dia hanya bisa menyalahkan wanita atas keadaannya selama ini yang menjomlo. Padahal, wanita itu sebenarnya makhluk yang benar alias tidak akan pernah merasa salah di hadapan orang yang dia sayang. Oleh karena itu, dia menyampaikan kepada john yang harusnya kamu lakukan pertama kali adalah merenung john, berpikir.


Berpikirlah siapa sebenarnya dirimu? Apakah selama ini salah caramu? Jika kamu sudah menyadari kesalahanmu, maka sekarang tinggal kamu lakukan hal yang benar dan seharusnya dilakukan olehmu, namun dengan tetap menyadari siapakah kamu yang sebenarnya, jati dirimu. Hal ini bisa kamu lakukan hanya dengan berpikir john, itulah inti yang dia sampaikan dari obrolan di kala senja menguning saat ini. Mari merenung john, berpikirlah.


Dia kemudian menyelesaikan tulisan ini ketika adzan maghrib berkumandang, sedangkan john sudah sejam yang lalu pamit pulang.

Minggu, 04 April 2021

Jurnal #1 "Mengenang"

 Kamu tidak tahu dia hari ini sudah mulai menulis lagi. Dia kembali tersadar bahwa sesungguhnya semua ini kembali padanya, apakah dia mau terus berdiam atau tetap melangkah biarpun pelan. Ini semua tentang perubahan yang selalu dia inginkan.


Hari ini dia melihat beberapa video konten youtube dan mendengarkan beberapa lagu terbaru. Beberapa minggu terakhir dia tertarik dengan memainkan gitar dan membuat beberapa karya. Namun ternyata dunianya hanya sebatas kotak yang dia buat hingga akhirnya hari ini dia sadar apa yang telah dia perbuat. Kini, jurnal pertama dia tulis sesaat setelah dia melaksanakan solat maghrib.


Kali ini dia ingin menuliskan tentang perasaan kesendirian yang selalu dirasakannya. Namun setelah menonton dan mendengarkan beberapa lagu dari Fiersa Besari, dia terinspirasi. Ada benarnya bahwa, "Jika kamu bisa menangis karena hal yang sama, maka kamu pun seharusnya bisa tertawa dengan hal yang sama pula."


Memaknai kalimat tersebut dia tersadar, banyak hal yang ternyata bisa dia ingat dan membuatnya bahagia dalam kesendiriannya. Hal yang dia lakukan hanya dengan mengenangnya.


Jika dia bisa bersedih karena hal yang sama, maka dia bisa bersyukur mengenang hal yang sama hingga akhirnya membuat dia tersenyum dan bahagia.