Hai sobat pembaca bodoh (Blog Om Danu Orang Hangat). Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA). Keberagaman ini merupakan sebuah anugerah dan berkah bagi Negara Indonesia yang harus disyukuri. Namun, keberagaman masyarakat Indonesia ini akan menjadi musibah ketika masyarakatnya tidak dapat membina, menjaga dan mengembangkan persatuan dan kesatuan. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan, masyakarat Indonesia harus bisa menerapkan dan mengaplikasikan Lima Prinsip Persatuan dalam kesehariannya. Lima prinsip persatuan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika (BTI)
2. Prinsip Nasionalisme Indonesia (NI)
3. Prinsip Kebebasan Yang Bertanggungjawab (KYB)
4. Prinsip Wawasan Nusantara (WN)
5. Prinsip Persatuan Pembangunan untuk mewujudkan Cita-cita Reformasi (PPCR)
Kami bahas satu-persatu dari Lima Prinsip Persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia disertai dengan contoh kasusnya yang semoga dapat memudahkan untuk dipahami.
PRINSIP BHINNEKA TUNGGAL IKA
Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan Negara Indonesia yang terdapat pula di dalam Lambang Negara Indonesia, Burung Garuda. Istilah Bhinneka Tunggal Ika merupakan potongan kalimat yang diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Bhinneka Tunggal Ika memiliki pengertian bahwa berbeda-beda itu satu, maksudnya adalah dalam perbedaan yang ada di masyarakat kita harus bisa mempersatukan dan menjaga kesatuan.
Dengan adanya perbedaan dalam masyarakat, kita harus bisa mengakui dan menerimanya sebagai anugerah dan berkah, bukan sebagai perbedaan yang membuat masyarakat terpecah belah. Keberagaman ini merupakan kekayaan bangsa yang tentunya dapat dimanfaatkan demi kepentingan dan kemajuan Negara Indonesia. Dengan demikian, kita harus bisa saling bekerja sama dan saling menghargai dalam keberagaman dan perbedaan supaya persatuan dan kesatuan dapat kita jaga.
Contoh kasus yang tidak dapat menghargai dan menerima perbedaan masyarakat adalah ketika ada segelintir oknum yang tidak senang dan melakukan tindakan anarkis terhadap suku atau agama yang berbeda dengan mereka. Dapat dipastikan, ketika terjadi konflik seperti ini dalam masyarakat maka oknum tersebut merupakan segelintir orang yang tidak menerapkan Prinsip Persatuan Bhinneka Tunggal Ika.
PRINSIP NASIONALISME INDONESIA
Nasionalisme merupakan sebuah paham yang menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air secara positif. Mencintai tanah air harus dilakukan oleh seluruh warganya, namun jangan sampai secara negatif sehingga menumbuhkan paham Chauvinisme. Chauvinisme ini mengartikan cinta dan bangga tanah air yang berlebihan sehingga menganggap bangsa dan negara lain lebih rendah. Nasionalisme harus ditumbuhkembangkan secara positif supaya warga negara tidak merasa inferior atau superior dengan tetap menghargai hak orang lain.
Naionalisme Indonesia harus bisa diterapkan sebagai bentuk untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia. Artinya, kita harus menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman SARA sehingga kita harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Meskipun kita berasal dari berbagai Suku, Agama, Ras dan golongan yang berbeda dalam masyarakat, yang dikedepankan oleh kita bukan latar belakang perbedaan kita melainkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam wujud Cinta dan Bangga terhadap Tanah Air, Nasionalisme Indonesia.
Contoh kasus Nasionalisme Indonesia ini adalah ketika ada sebuah forum antar mahasiswa dari berbagai daerah se-Indonesia, maka bahasa yang digunakan dalam forum tersebut menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Bukan kita tidak menghargai perbedaan keragaman bahasa daerah dari setiap peserta, tapi dengan menggunakan bahasa persatuan, tentu ini menjadi salah satu bentuk dari perwujudan Nasionalisme Indonesia.
PRINSIP KEBEBASAN YANG BERTANGGUNGJAWAB
Setiap orang memiliki hak kebebasan yang dapat digunakan sesuai dengan keyakinannya. Namun, hak tersebut tidak boleh digunakan sebebas-bebasnya karena kita hidup dalam masyarakat yang beragam dan memiliki hak yang sama pula. Dengan demikian, seseorang yang menggunakan kebebasan harus dapat mempertanggungjawabkannya.
Contoh sederhana dari kebebasan yang bertanggungjawab adalah penggunaan media sosial. Kita dapat membagikan apapun semau kita di akun media sosial. Namun demikian, apakah yang kita bagikan ini menyinggung atau melukai pihak lain maka kita harus siap untuk mempertanggungjawabkan akibatnya. Oleh karena itu, dalam menggunakan kebebasan untuk membagikan di akun media sosial pribadi maka kita harus mempertimbangkan akibatnya agar tidak terjadi hal yang menyinggung dan membuat perpecahan dalam keberagaman masyarakat Indonesia.
PRINSIP WAWASAN NUSANTARA
Untuk memahami wawasan nusantara, kita akan mulai dengan kata wawasan terlebih dahulu. Wawasan itu merupakan suatu pandangan dan cara pandang atau pengetahuan. Sedangkan nusantara merupakan gabungan dari kata nusa (pulau) dan antara yang berarti bahwa terdapat pulau-pulau, kepuluan atau antara pulau. Dengan demikian, wawasan nusantara merupakan cara pandang terhadap kesatuan wilayah Negara Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau atau kepulauan.
Negara Indonesia bukan satu daratan yang luas, kita merupakan negara yang memiliki pulau besar dan pulau-pulau kecil, bahkan di suatu daerah diberikan nama Kepulauan Seribu karena saking banyaknya pulau di daerah tersebut. Keberagaman masyarakat yang mendiami kepulauan di Indonesia harus dipandang sebagai kesatuan masyarakat yang mendiami satu kesatuan wilayah Indonesia bukan sebagai masyarakat antar pulau. Dengan demikian, pembangunan wilayah juga bukan lagi disentralisasi di pulau besar saja namun harus dilakukan secara merata baik itu di pulau besar maupun pulau kecil di nusantara.
PRINSIP PERSATUAN PEMBANGUNAN UNTUK MEWUJUDKAN CITA-CITA REFORMASI
Reformasi mengacu pada kejadian bersejarah tahun 1998 di Indonesia. Tujuan dan cita-cita dari Reformasi pada tahun 1998 salah satunya yaitu pemerintahan yang bersih dan pro rakyat. Pemerintahan yang mementingkan kelompok tertentu pasti akan menimbulkan perpecahan dan mengganggu persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia yang beragam. Oleh karena itu, seluruh warga negara harus bisa menerapkan prinsip ini agar terwujudnya cita-cita reformasi.
Contoh kasus dari penerapan prinsip ini yaitu pemilihan umum yang dilaksanakan untuk memilih wakil yang akan menduduki pemerintahan. Setiap perwakilan partai politik yang terpilih sebagai anggota dewan ataupun presiden yang terpilih dari hasil pemilu, harus bisa mewujudkan pemerintahan yang bersih dari Korupsi. Jangan sampai justru pejabat pemerintah dari perwakilan partai tersebut malah korupsi dan menjadi koruptor yang merugikan negara dan pastinya mengkhianati kepercayaan rakyat.
Inilah yang dapat kami sampaikan mengenai materi Lima Prinsip Persatuan dalam Keberagaman SARA di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan pembaca dalam memahami kelima prinsip yang harus diamalkan dan diterapkan dalam keseharian masyarakat Indonesia. SABI, salam berbagi informasi.
Mau tambah wawasan lagi dengan menonton konten pendek pembelajaran di youtube? Like dan subscribe akun youtube @emdanubedabeda ya...