Dia, bukannya tidak ingin menerima ucapan. Hanya saja, kadang dia tidak tahu dan bingung harus menjawab apa ucapan tersebut. Dalam hati kecilnya, dia tidak munafik bahagia dengan apapun ucapan yang disampaikan untuknya. Apakah suka cita, ataupun duka cita, ucapan itu membuatnya merasa memiliki tempat di hati yang mengucapkan. Setiap kali dia menerima ucapan dari seseorang atau sekelompok orang, entah itu terucap dari mulutnya, terketik lewat pesan atau hanya dalam hatinya, dia membalas dengan kata "Terimakasih".
Hidup akan terus berjalan sesuai dengan alurnya, tak ada cerita nyata tentang mesin waktu yang dapat merubah alur semesta layaknya di film fantasi dan fiksi. Dia hidup dalam dunia nyata, meski terkadang dia bersembunyi di balik kata-kata dalam novel yang tak pernah terselesaikan. Bagi dia yang seorang pemikir, selalu ada kecocokan dalam setiap perjalanan hidup. Apakah sebuah pertanda ataukah hanya sebuah kecocokan yang terkadang dia berpikir kenapa tidak peka untuk menerima sebuah pertanda.
Plot twist perjalanan hidupnya berujung di akhir tahun, tepatnya di 1 bulan terakhir sebelum penutup tahun. Dia selalu menemukan kecocokan setiap cerita di setiap akhir tahun. Begitupun dengan akhir tahun ini, akhir 2023.
Selalu ada cerita yang membuatnya kembali mengulang cerita di setiap akhir tahun. Selalu ada suka dan atau duka dalam setiap cerita di Bulan Desember. Meski di bulan lain juga tak dipungkirinya ada cerita suka dan duka, namun setiap cerita di akhir tahun itu selalu berbeda, ceritanya memiliki makna lebih dalam, meninggalkan kenangan mendalam dalam kehidupannya.
Jika dia bercerita tentang perjalanan hidupnya, kadang mataku tak kuat berkaca-kaca. Dia nampak tegar, meski sesungguhnya aku tahu itu berat baginya, bahkan hanya sekedar untuk berbagi cerita, berbagi luka yang aku tak tahu bagaimana mengobatinya. Namun, dia selalu meyakini bahwa setiap alur hidup yang terjadi tidak akan bisa dihindari jika takdir sudah menyambutnya, maka berbahagialah, inilah jalan kehidupan yang sudah disiapkan jika memang belum dirasakan sebagai yang terbaik.
Dalam berbagai sudut pandang, dia mencoba untuk memahami. Dalam setiap sudut ruang dan waktu dia belajar untuk mengerti. Dalam setiap hembus nafas dia menghirup dalam-dalam agar bisa merasakan apa yang terjadi. Namun akhirnya, dia tahu batasannya untuk memahami, mengerti dan merasakan yang terjadi kini berujung pada kesadaran diri yang harus bisa menerima.
Menerima adalah sejatinya yang hanya bisa dia lakukan, sejatinya dia sebagai manusia tidak bisa memberi. Tidaklah akan pernah ada sebuah kehendak bebas dirinya tanpa adanya Kehendak Sejati. Ketika Pemilik Kehendak Sejati sudah berkehendak, maka dia sejatinya hanya bisa menerimanya. Dia tidak punya kehendak bebas untuk menolak, karena begitulah seharusnya takdir. Menerima akan membuatnya menyadari perlahan atau menyadari dengan cepat untuk memahami, mengerti dan merasakan bahwa yang terjadi, memang sudah terjadi.
Babak baru kehidupan dalam perjalanan hidupnya akan segera dimulai, walau menurutku nampak sudah dimulai meski dia belum menyadari. Aku menjadi penasaran bagaimana dia akan menanggapi setiap respon kehidupan. Dia selalu memiliki caranya sendiri untuk bagaimana membuat hatinya yang rapuh agar kembali tangguh.
Kehidupan ini begitu singkat, dia tidak ingin menikmati hidup yang singkat ini dengan kerapuhan yang dia miliki. Dia tahu betapa lemahnya diri, maka dari itu dia harus kuat untuk menjalani dan menikmati segala bentuk cinta di sisa hidup yang begitu singkat. Seperti lirik lagu "Sheila on 7" yang dia suka, "Hidup terlalu singkat, untuk kamu lewatkan tanpa mencoba cintaku...."