Minggu, 31 Desember 2023

AKHIR 2023

 Dia, bukannya tidak ingin menerima ucapan. Hanya saja, kadang dia tidak tahu dan bingung harus menjawab apa ucapan tersebut. Dalam hati kecilnya, dia tidak munafik bahagia dengan apapun ucapan yang disampaikan untuknya. Apakah suka cita, ataupun duka cita, ucapan itu membuatnya merasa memiliki tempat di hati yang mengucapkan. Setiap kali dia menerima ucapan dari seseorang atau sekelompok orang, entah itu terucap dari mulutnya, terketik lewat pesan atau hanya dalam hatinya, dia membalas dengan kata "Terimakasih".

Hidup akan terus berjalan sesuai dengan alurnya, tak ada cerita nyata tentang mesin waktu yang dapat merubah alur semesta layaknya di film fantasi dan fiksi. Dia hidup dalam dunia nyata, meski terkadang dia bersembunyi di balik kata-kata dalam novel yang tak pernah terselesaikan. Bagi dia yang seorang pemikir, selalu ada kecocokan dalam setiap perjalanan hidup. Apakah sebuah pertanda ataukah hanya sebuah kecocokan yang terkadang dia berpikir kenapa tidak peka untuk menerima sebuah pertanda.

Plot twist perjalanan hidupnya berujung di akhir tahun, tepatnya di 1 bulan terakhir sebelum penutup tahun. Dia selalu menemukan kecocokan setiap cerita di setiap akhir tahun. Begitupun dengan akhir tahun ini, akhir 2023.

Selalu ada cerita yang membuatnya kembali mengulang cerita di setiap akhir tahun. Selalu ada suka dan atau duka dalam setiap cerita di Bulan Desember. Meski di bulan lain juga tak dipungkirinya ada cerita suka dan duka, namun setiap cerita di akhir tahun itu selalu berbeda, ceritanya memiliki makna lebih dalam, meninggalkan kenangan mendalam dalam kehidupannya.

Jika dia bercerita tentang perjalanan hidupnya, kadang mataku tak kuat berkaca-kaca. Dia nampak tegar, meski sesungguhnya aku tahu itu berat baginya, bahkan hanya sekedar untuk berbagi cerita, berbagi luka yang aku tak tahu bagaimana mengobatinya. Namun, dia selalu meyakini bahwa setiap alur hidup yang terjadi tidak akan bisa dihindari jika takdir sudah menyambutnya, maka berbahagialah, inilah jalan kehidupan yang sudah disiapkan jika memang belum dirasakan sebagai yang terbaik.

Dalam berbagai sudut pandang, dia mencoba untuk memahami. Dalam setiap sudut ruang dan waktu dia belajar untuk mengerti. Dalam setiap hembus nafas dia menghirup dalam-dalam agar bisa merasakan apa yang terjadi. Namun akhirnya, dia tahu batasannya untuk memahami, mengerti dan merasakan yang terjadi kini berujung pada kesadaran diri yang harus bisa menerima.

Menerima adalah sejatinya yang hanya bisa dia lakukan, sejatinya dia sebagai manusia tidak bisa  memberi. Tidaklah akan pernah ada sebuah kehendak bebas dirinya tanpa adanya Kehendak Sejati. Ketika Pemilik Kehendak Sejati sudah berkehendak, maka dia sejatinya hanya bisa menerimanya. Dia tidak punya kehendak bebas untuk menolak, karena begitulah seharusnya takdir. Menerima akan membuatnya menyadari perlahan atau menyadari dengan cepat untuk memahami, mengerti dan merasakan bahwa yang terjadi, memang sudah terjadi.

Babak baru kehidupan dalam perjalanan hidupnya akan segera dimulai, walau menurutku nampak sudah dimulai meski dia belum menyadari. Aku menjadi penasaran bagaimana dia akan menanggapi setiap respon kehidupan. Dia selalu memiliki caranya sendiri untuk bagaimana membuat hatinya yang rapuh agar kembali tangguh.

Kehidupan ini begitu singkat, dia tidak ingin menikmati hidup yang singkat ini dengan kerapuhan yang dia miliki. Dia tahu betapa lemahnya diri, maka dari itu dia harus kuat untuk menjalani dan menikmati segala bentuk cinta di sisa hidup yang begitu singkat. Seperti lirik lagu "Sheila on 7" yang dia suka, "Hidup terlalu singkat, untuk kamu lewatkan tanpa mencoba cintaku...."

Jumat, 29 Desember 2023

Desember 2023

Semua berawal dari kelahiran yang disambut bahagia. Desember merupakan bulan kebahagiaan karena di bulan ini, dia dilahirkan dari rahim ibunda hebat. Meski pada saat kelahiran tidak didampingi pemimpin keluarga yang sedang mencari nafkah, kelahirannya tetap membahagiakan.

Selang waktu berlalu, kembali dia bertemu bulan Desember 2009. Mendekati tanggal kelahirannya, tak sedikitpun dia berpikir akan ditinggalkan pemimpin keluarga yang sedang sakit-sakitan. Tepat di tanggal 29 Desember 2009, pada hari Selasa dia ditinggalkan oleh pemimpin keluarga. Saat itu, dia sedang berada di ibu kota. Cerita yang seperti terulang ketika pemimpin keluarga sedang mencari nafkah juga di ibu kota, saat tidak mendampingi ibunda tercinta yang melahirkannya.

Butuh beberapa tahun bahkan hampir sedekade dia bisa untuk memahami dan menerima tanggal kelahirannya. Ketika dia meyakini ayahanda hebat telah berpulang kepada Yang Maha Penyayang, takdir kembali menyambutnya. Mendekati 14 tahun ayahanda tiada, Bulan Desember kembali memberikan cerita. Ibunda tercinta yang hebat pergi meninggalkannya untuk bertemu Sang Maha Cinta.

Tahun ini, 29 Desember 2023 dia kembali menuliskan cerita. 8 hari setelah ibunda tercinta dan 14 tahun ayahanda hebat meninggalkannya, Dia meyakini Bulan Desember adalah bulan yang harusnya menjadi bulan membahagiakan. Karena di bulan ini, tanggal ini dia dilahirkan dan di bulan ini pula dia merelakan 2 orang hebat dalam hidupnya untuk bertemu dengan Sang Maha Cinta, Allah swt. Semoga kedua orang hebat ini selalu dalam kasih dan sayang Sang Maha Cinta. Aamiiiin 

Jumat, 22 Desember 2023

Dia dan Desember

Setiap kelahiran sudah selayaknya dirayakan dengan suka cita. Meskipun bukan yang pertama, kedua dan ketiga bagi mereka, dia tetap disambut dengan tawa dan tangis bahagia. Bulan Desember mereka berbahagia menyambut dia yang dinamai awalan huruf bulan kelahirannya. Pernah dia berganti-ganti nama, tapi berujung selalu di nama yang diberikan oleh sepuh keluarga. Dia lahir ketika ibunda tidak didampingi oleh pemimpin keluarga yang sedang berjuang mencari nafkah. Dia lahir dari rahim seorang ibu yang gigih dan tak kenal lelah serta pantang menyerah. Namun di pertengahan cerita, beberapa tahun kemudian di Bulan Desember 2009 yang katanya tanggal kelahiran, dia ditinggalkan pemimpin hebat tanpa sempat berbakti di ujung usia. Hingga hari itu tiba, 21 Desember 2023, mendekati empat belas tahun sang pemimpin tiada, ibunda tercinta pergi meninggalkan dia. Cerita tahun ini sedikit berujung beda, kali ini dia sempat untuk berbakti sebelum beliau dikebumikan. Layaknya kelahiran, dia ingin melepas kepergian orang tercinta dengan tangis dan senyum bahagia. Karena sesungguhnya, mereka adalah insan hebat yang telah bersama dengan Allah Sang Maha Cinta, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini singkat cerita dia dan desember.

Selasa, 05 Desember 2023

MANJA

DULU TERASA SULIT

KINI

BEGITU MEMANJAKAN

DUNIA DISUGUHI BERBAGAI KEMUDAHAN

SETIAP SUDUT KEHIDUPAN

SETIAP JENGKAL BAYANGAN

TERPANTAU DAN TERJANGKAU

NAMUN

TERLALU DIMANJAKAN

SETIAP GENERASI MENERIMA TANTANGAN

KINI KESULITAN BUKAN LAGI DISEBUT TANTANGAN

JANGANLAH BERMANJA DALAM KEMUDAHAN

SADARKAH SUDAH DIMANJAKAN ZAMAN

NAMPAKNYA BELUM KARENA KITA MENIKMATINYA

KITA BERDUA, BERSAMA MEREKA DAN KEBANYAKAN TERBUAI

BELAIAN MANJA MELELAPKAN

Rabu, 29 November 2023

"Dunia Baik-baik Saja, Beliau telah Bersama Sang Maha Cinta, mari Berbahagia untuk Beliau"

 Gelisah nampak dari raut wajahnya, dia menyadari sesuatu yang mungkin saja bisa terjadi meskipun tak sepenuhnya dia berharap menjadi kenyataan dan tak sepenuhnya juga dia berharap untuk tidak menjadi kenyataan. Seminggu yang lalu dia bermimpi tentang ibunda yang saat ini sedang sakit dan dalam proses penyembuhan. Namun, dalam mimpinya di minggu lalu itu bercerita tentang kematian ibundanya. Dia mendengar kabar dalam mimpi bahwa ibunda meninggal di Hari Jumat, dia terkejut. Dalam mimpinya, ibunda datang mengabari dan menyampaikan beberapa pesan yang terlupa tentang apa saja yang disampaikan oleh beliau. Dia terbangun, meneteskan air mata, bersedih jika benar ibunda harus tiada, namun dalam hati kecilnya juga bahagia jika benar ibunda meninggal di Hari Jumat, hari yang baik, Rajanya Hari dalam keyakinannya.

Hari ini, Tanggal 29 November 2023, hampir seminggu setelah kejadian mimpi tersebut, dia kembali tersadar dengan memori yang telah berlalu hampir sedekade lebih. Seketika dia cek kalender dalam gawainya dan membuka kalender di Bulan Desember 2023. Terkejut, ternyata Tanggal 29 Desember 2023 tepat jatuh pada Hari Jumat. Sebulan lagi, dia nampak bingung dan gelisah tak tentu.

29 Desember 2009, ketika orang-orang merasa bahagia dengan sebuah perayaan kelahiran, dia sebaliknya. 21 tahun setelah dia dilahirkan, pada tanggal yang sama dia dilahirkan, ayahanda pergi untuk selama-lamanya. Sebuah luka yang membutuhkan waktu sedekade lebih untuk menyembuhkannya meskipun seiring waktu dia menyadari tiada yang lebih indah selain mengikhlaskan. Kenyataan ini adalah yang terbaik, dan ikhlas terhadap kenyataan adalah sebuah perjuangan baginya. Namun, ketika mimpi di minggu lalu kembali terngiang, dia mulai sedikit berpikir dalam ikhlasnya. "Setragis inikah jalan hidup ikhlas yang harus dia jalani?"

Bukan ingin menyalahkan, dia hanya bertanya-tanya apakah ini merupakan kabar untuk membuatnya mempersiapkan diri. Apakah kenyataan yang akan datang di 1 bulan yang akan datang akan menjadi sebuah .... entahlah harus menggunakan kata apa untuk menggambarkannya. Yang jelas, dalam hatinya seperti ketika dia terbangun dari mimpinya di minggu lalu, akan ada tangis bersedih dan mengandung bahagia jika memang harus seperti itu.

Tulisan ini dia buat untuk kusampaikan ketika waktunya tiba, dia hanya ingin ditepuk-tepuk pundaknya dalam pelukan sambil katakan, "Dunia baik-baik saja." Itulah kalimat yang ingin dia dengarkan di Tanggal 29 Desember 2009. Namun kini, dia mengingatkan untuk menambahkannya sehingga menjadi kalimat, "Dunia baik-baik saja, beliau telah bersama Sang Maha Cinta, mari berbahagia untuk beliau."

Senin, 27 November 2023

Pemikiran Socrates tentang Pendidikan

 "Jangan paksakan anak-anakmu mengikuti jejakmu, mereka diciptakan untuk kehidupan di zaman mereka, bukan zamanmu." - Socrates -

Beliau adalah seorang filusuf yang berasal dari Yunani. Berdasarkan beberapa literasi, beliau hidup sekitar tahun 400 sebelum masehi dan meninggal karena dihukum mati dengan menenggak racun. Sebagai seorang filusuf, beliau ditentang dan dituduh oleh kaum sufis yang mengakibatkannya dihukum mati.

Filusuf adalah sebutan untuk orang-orang yang pandai berfilsafat atau untuk seorang Guru filsafat. Filsafat berasal dari bahasa Yunani, gabungan dari kata Philos yang berarti cinta dan Sophia yang berarti kebijaksanaan. Secara sederhananya, filsafat dapat diartikan sebagai pemikiran yang mencintai kebijaksanaan.

Socrates yang merupakan salah satu filusuf yang masyhur ini memiliki murid yang kemudian terkenal dengan pemikirannya, Plato dan Aristoteles. Sebagai seorang Guru, ada sebuah kutipan beliau yang terkenal bahkan sampai dikutip oleh Imam Ahmad al-Syahrastani yang merupakan salah satu ulama besar bagi umat Islam. Kutipan tersebut kurang lebih seperti ini, "Jangan paksakan anak-anakmu mengikuti jejakmu, mereka diciptakan untuk kehidupan di zaman mereka, bukan zamanmu."

Terlepas dari beberapa literasi yang mengatakan makna kutipan tersebut berasal dari sahabat Umar bin Khathab atau dari sahabat Ali bin Abi Thalib, bahkan ada yang mengatakan dari hadits Nabi Muhammad saw, inti dan makna dari kutipan pemikiran Socrates tentang pendidikan ini cukup relevan dengan realita. Dunia terus bergerak dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Dahulu belajar tidak menggunakan buku, pensil dan pulpen. Sekarang, belajar sudah menggunakan buku digital dan pendidikan yang terdigitalisisasi. Jika seorang guru tidak ikut bergerak dengan perkembangan zaman dalam hal ini mendidik anak didik sesuai dengan zamannya saat ini, entah kelak anak didik akan siap atau tidak dengan zaman mereka di masa depan. Pemikiran sederhananya karena pada saat guru tersebut menjadi anak didik di masanya, dia tidak menemukan pendidikan yang terdigitalisasi seperti saat ini. Dengan demikian, di masa depan, saat anak didik hidup di zaman mereka, tak terbayang tantangan dan ancaman seperti apa yang akan mereka hadapi.

Lantas apa yang harusnya bergerak dalam pendidikan agar bisa menyiapkan anak didik yang akan siap dengan zamannya? Kuncinya ada di pendidik, Guru. Mereka yang memberikan pendidikan dan pelajaran di manapun tempatnya dan apapun itu, harus bisa bergerak mengikuti perkembangan zaman. Kenyataannya, kemudahan informasi dan kecepatan informasi zaman ini sudah tidak bisa terbendung. Ditambah lagi dengan perkembangan kecerdasan buatan yang tentunya bisa memberikan ancaman bagi manusia di masa depan harus dapat diantisipasi oleh anak didik zaman ini.

Guru memberikan pendidikan tidak hanya berdasar pada transfer informasi namun juga transfer pengalaman dan pembentukan karakter. Jika hanya menyampaikan informasi, anak didik zaman ini dapat dengan mudah mendapatkan informasi apapun tentang mata pelajaran apapun itu. Bahkan jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh Guru dapat ditemukan dengan mudah oleh anak didik. Mereka dapat mengakses informasi dengan menggunakan gawai bukan hanya untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru, melainkan juga kepuasan anak didik. Kepuasan yang didapatkan anak didik ini layaknya dopamin, memberikan efek bahagia yang membuat ketagihan.

Dopamin ini tentunya bagus untuk dimiliki oleh manusia terutama anak didik karena salah satunya dapat membuat mereka termotivasi. Namun demikian, ketika dopamin ini berlebihan maka akan memberikan dampak yang buruk bagi anak didik. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak pernah baik, begitupun dengan hormon dopamin yang dimiliki oleh seseorang. Ketika anak didik memiliki dopamin berlebih maka itu akan mengakibatkan obsesi. Obsesi inilah yang tentunya akan berdampak buruk jika mereka memiliki obsesi bukan pada pelajaran selayaknya anak yang masih dalam tahap perkembangan.

Ketika anak didik lebih termotivasi dengan menggunakan gawai baik dalam pelajaran dan mencari kepuasan, maka sebagai seorang Guru harus dapat menangkap gejala ini sebagai keresahan akankah anak didik siap dengan kehidupannya di masa depan. Guru tidak boleh memungkiri digitalisasi pendidikan memaksa dan membuat pembelajaran harus dapat menggunakan perangkat yang memang tersedia di zaman ini. Jika di zaman mereka belajar menggunakan buku dan alat tulis, maka saat ini Guru harus dapat menggunakan gawai sebagai media dan sarana untuk proses pembelajaran anak didik. Pada zaman Guru tersebut menjadi anak didik, mereka memiliki Guru-guru yang pada proses pembelajaran tidak pernah menggunakan buku dan alat tulis seperti pensil dan pulpen. Ini membuktikan bahwa melalui media dan sarana proses pembelajaran saja nyata tidak dapat dipungkiri telah berkembang, begitupun zaman ini.

Didiklah anak-anak sesuai dengan zamannya karena mereka bukan tercipta untuk hidup di zaman kita, didik dan siapkan mereka untuk hidup di zamannya. Mari kembangkan pendidikan dan pengajaran kepada anak didik yang kita sesuaikan dengan perkembangan zaman. Namun kita harus mengingat bahwa saat ini kecepatan informasi sudah tidak dapat lagi terbendung. Pemenuhan hasrat manusia akan informasi akan mudah didapatkan oleh siapapun itu, termasuk anak didik. Hasrat ini layaknya dopamin, maka sebagai Guru, kita harus mengajarkan dan mendidik anak didik agar dapat mengontrol dan bertanggungjawab terhadap penggunaan gawai agar mereka dapat belajar bagaimana mengontrol hasrat mereka untuk mencari kepuasan.

Pendidikan dan pembelajaran  dapat dimulai oleh Guru dengan cara sederhana, mari ajarkan anak didik untuk dapat mengontrol dan bertanggungjawab dalam menggunakan gawai bukan hanya dalam proses pembelajaran namun juga dalam kehidupan mereka. Kita harus memikul tanggungjawab terhadap masa depan anak didik di masa depan, mereka harus bisa mengontrol segala kemudahan yang tersedia saat ini. Jangan sampai anak didik kita dikontrol oleh kemudahan saat ini sehingga di masa depan mereka juga tidak menutup kemungkinan akan mudah dikontrol oleh kecerdasan buatan yang dibuat oleh manusia.

Informasi dengan segala kecepatannya di zaman ini memang tidak dapat terbendung, namun seorang Guru harus dapat mengajarkan anak didik untuk mengontrol dan bertanggungjawab terhadap pemuasan hasrat mereka di zaman ini. Jangan sampai anak didik lebih banyak terdidik dan tanpa mereka sadari dididik oleh algoritma zaman ini. Sebagai seorang Guru, kita tidak tahu maksud dan tujuan dari manusia yang membuat algoritma ini, kita hanya bisa mendidik dan mengajarkan anak didik agar mereka sadar dan dapat mengontrol apapun yang mereka tonton dalam mendapatkan dopamin tidaklah semua layak dijadikan tuntunan. Gurulah yang seharusnya memberikan tuntunan untuk anak didik, karena tujuannya sudah jelas, untuk menyiapkan anak didik hidup di zaman mereka kelak.

....

_tulisan ini hanya sebuah keresahan hati Foolish_

Sabtu, 25 November 2023

Lagu Lama, Nada Beda #ceritaari

 Sebuah pesan dari medsos berdering, nampak sebuah notifikasi dari orang yang dia tunggu. Dengan sigap Ari segera membuka smartphonenya yang berkode 5 empat kali. Dia klik ikon notifikasi pesan medsosnya dan terlihat sebuah pesan singkat berupa salam. Salam dari Nika, wanita yang saat ini sedang dia dekati. Salam ini ternyata menjadi pembuka dari sebuah kenyataan tentang lagu lama yang sudah lelah dia dengar, namun dengan nada yang berbeda.

....

Nika, dia adalah seorang wanita yang coba dikenalkan oleh pamannya Ari. Nika ini merupakan seorang wanita yang religius, begitu gambaran singkat cerita dari pamannya kepada Ari. Pamannya kemudian memberikan nomor whatsapp Nika, dia menyuruh Ari untuk segera menghubunginya dan mengajak bertemu agar bisa saling mengenal lebih dekat. Tanpa babibu, Ari-pun menyimpan nomor Nika dan berencana untuk menghubunginya malam ini. Sebuah rencana hebat sudah dia rancang agar bisa memberikan kesan terbaik saat bertemu dengan Nika.

....

Jumat, 24 November 2023

Kalah tak Menyerah, Juara tak Jumawa

Tak seperti biasa

Bukan hal luar biasa pula

Namun kesempatan

Kadang jarang didapatkan

Sekali dua kali dia lewat tak menentu

Kebanyakannya hanya dibuat menunggu

Saat dia hinggap, sulit tuk ditangkap

Sekalinya mendapatkan, nyatanya sulit mempertahankan

Kadang atau seringkali kalah

Bangkit dan jangan menyerah

Namun adakalnya ketika juara, janganlah jumawa

Rabu, 18 Oktober 2023

PAGI YANG SAMA

 KRIK KRIK KRIK

BRUM BRUM BRUM BRUM

MENDUNG NAMUN TAK GELAP

DINGIN YANG TAK MENGGIGIL

AROMA BUSUK

SEGAR YANG BERCAMPUR SAMPAH

MATA MENGANTUK

MEMAKSA DIRI UNTUK TAK LELAH

PIKIRAN BERKECAMUK

MERENDAHKAN HATI UNTUK PASRAH

HARI MASIH PANJANG UNTUK DIJALANI

KECEMASAN BUKAN HAL BAIK UNTUK DINIKMATI

KRIK KRIK KRIK KRIK

SUARAMU SEMAKIN PELAN

AROMAMU TAK BERUBAH

BRUM BRUM BRUM

SAATNYA TUK MEMATIKAN

PAGI YANG SAMA DENGAN GELISAH

Senin, 18 September 2023

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

Berikut ini kedudukan dan fungsi Pancasila tersebut:

1. Kedudukan Pancasila

Pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum. Artinya, Pancasila berperan sebagai norma dasar yang wajib muncul dalam setiap peraturan perundang-undangan di Indonesia. Pancasila juga sebagai ideologi negara yakni tujuan segala hal dalam tata negara haruslah berkaitan dengan Pancasila. Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut juga harus berlandaskan Pancasila. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum itu tercantum pada teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan Dekrit 5 Juli 1959. Selain itu, terdapat pula pada pembukaan UUD NRI 1945 dan Surat Perintah 11 Maret 1966.

2. Fungsi Pancasila

Fungsi Pancasila bagi bangsa Indonesia selaras dengan kedudukannya. Fungsi Pancasila yang pertama yakni memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Alasannya, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Bangsa ini terdiri dari berbagai budaya, agama, latar belakang, suku, kepercayaan, dan lain sebagainya.

Keberagaman tersebut terlihat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Arti dari semboyan itu adalah walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Fungsi Pancasila yang berikutnya yakni mengarahkan bangsa Indonesia menuju tujuannya. Pancasila juga berfungsi menggerakkan dan membimbing dalam pelaksanaan pembangunan. Pancasila juga berfungsi untuk mengembangkan identitas bangsa sekaligus dorongan pembentukan karakter bangsa berdasarkan Pancasila. Tujuannya agar setiap karakter bangsa Indonesia ini sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

Pancasila juga digunakan sebagai standar nilai dalam mengkritik keadaan apapun yang terjadi dalam negara. Setiap kritikan hendaknya membangun dan selaras dengan tujuan, sehingga keputusan apapun juga wajib berkaitan dan berlandaskan Pancasila. Kritik tersebut juga merupakan fungsi Pancasila dalam melakukan kontrol sosial. Tujuannya yakni agar perilaki masyarakat sesuai dengan nilai-nilai dalam Pancasila.

Pengamalan Kedudukan dan Fungsi Pancasila

Setelah mengetahui kedudukan dan fungsi Pancasila, menarik mengetahui juga pengamalannya dalam kehidupan. Berikut ini beberapa contoh pengalaman Pancasila sesuai dengan masing-masing sila:

1. Pengamalan Sila ke-1

  • Menghormati teman-teman yang berbeda agama 
  • Mempersilakan teman-teman yang ingin melaksanakan ibadah 
  • Bersikap toleransi antar umat beragama 
  • Rukun dengan sesama pemeluk agama maupun orang yang berbeda agama 
  • Tidak menjadikan perbedaan agama sebagai rintangan untuk berkawan 
  • Menghargai hari besar agama lain 
  • Tidak diskriminatif terhadap tradisi agama lain 
  • Menjunjung kepentingan bersama 
  • Mengajak masyarakat sesama agama untuk beribadah bersama 
  • Tidak memaksakan tradisi agama sendiri di tradisi agama lain 


2. Pengamalan Sila ke-2 

  • Mengakui hak asasi manusia 
  • Mengakui persamaan derajat, hak, kewajiban setiap manusia 
  • Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa slira 
  • Membela kebenaran dan keadilan 
  • Saling menghormati antar sesama manusia 
  • Menolong orang lain yang kesulitan 
  • Aktif bersosialisasi 
  • Menghargai perbedaan suku, ras, dan kepercayaan 
  • Tidak main hakim sendiri jika ada permasalahan 
  • Menghargai hak diri sendiri seperti bebas dari rasa takut, hidup di lingkungan yang bersih dan sehat, dan lain-lain 

3. Pengamalan Sila ke-3 

  • Menjunjung kepentingan bersama demi kesatuan dan persatuan 
  • Mengembangkan rasa cinta tanah air 
  • Membela dan rela berkorban untuk bangsa 
  • Bangga terhadap bangsa Indonesia 
  • Jujur dan adil di tengah konflik masyarakat 
  • Tidak diskriminatif 
  • Menjaga kerukunan demi persatuan dan kesatuan 
  • Tidak menghasut orang lain untuk tujuan perpecahan 
  • Menjaga keyakinai diri sendiri agar tetap mencintai bangsa 
  • Melindungi setiap warga negara demi persatuan dan kesatuan 

4. Pengamalan Sila ke-4 

  • Selesaikan konflik keluarga maupun teman dengan musyawarah 
  • Tidak memaksakan pendapat Menghargai hasil akhir musyawarah 
  • Menjunjung kepentingan bersama 
  • Mengutamakan perdamaian 
  • Mengutarakan pendapat dengan tepat dan benar 
  • Berkompromi 
  • Tidak diskriminatif terhadap pendapat orang lain 
  • Menghargai pendapat orang lain 
  • Mendengarkan orang lain berbicara tanpa menyelanya 

5. Pengamalan Sila ke-5

  • Bersikap adil terhadap sesama 
  • Menjaga keseimbangan hak dan kewajiban 
  • Memberi pertolongan kepada orang lain 
  • Tidak menggunakan wewenang untuk kepentingan pribadi 
  • Menghargai hasil karya orang lain 
  • Mengembangkan sikap luhur 
  • Tidak sewenang-wenang dalam menjalankan kewajiban 
  • Menghargai usaha diri sendiri dan orang lain 
  • Bersikap adil sesuai aturan yang berlaku 
  • Mematuhi peraturan yang berlaku


Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Memahami Kedudukan dan Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara" , https://katadata.co.id/agung/lifestyle/64b1084cace18/memahami-kedudukan-dan-fungsi-pancasila-sebagai-dasar-negara
Penulis: Annisa Fianni Sisma
Editor: agung

FUNGSI PANCASILA

 1. Pancasila sebagai ideologi negara

Fungsi ini merupakan tujuan bersama yang diimplementasikan dalam Pembangunan Nasional. Caranya, mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual sesuai Pancasila.

2. Pancasila sebagai dasar negara
Fungsi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ditetapkan dalam MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan P4 dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Dalam ketetapan MPR itu menegaskan Pancasila harus dijalankan secara konsekuen dan konsisten. Sebagai dasar negara, Pancasila juga berfungsi menjadi kaidah negara yang bersifat tetap, kuat, dan tidak dapat diubah oleh siapa pun termasuk oleh DPR/MPR hasil pemilu.

Makna Pancasila sebagai dasar negara adalah untuk: menata negara yang merdeka dan berdaulat, mengatur penyelenggaraan aparatur negara yang bersih dan berwibawa untuk mencapai tujuan nasional, dan arah dan petunjuk aktivitas kehidupan bangsa Indonesia dalam keseharian.

3. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
Fungsi ini lahir bersamaan dengan bangsa Indonesia di zaman Sriwijaya dan Majapahit. Hal ini juga diperkuat oleh Prof. Mr.A.G. Pringgodigdo dalam tulisannya tentang Pancasila. Dia mengatakan 1 Juni 1945 merupakan hari lahir istilah Pancasila, sedangkan Pancasila telah ada sejak adanya bangsa Indonesia.

4. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
Fungsi ini diwujudkan dalam mental dan tingkah laku serta amal perbuatan. Sikap mental dan tingkah laku artinya dapat dibedakan dengan bangsa lain atau berkepribadian.

5. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
Fungsi ini mengandung makna semua aktifitas kehidupan bangsa Indonesia harus sesuai dengan sila sila Pancasila. Adapun nilai dalam isi Pancasila adalah:
  • nilai dan jiwa Ketuhanan-keagamaan,
  • nilai dan jiwa kemanusiaan,
  • nilai dan jiwa persatuan,
  • nilai dan jiwa kerakyatan-demokrasi, dan
  • nilai dan jiwa keadilan sosial.

6. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum bagi negara RI
Sumber tertib hukum Indonesia adalah pandangan hidup, kesadaran, cita-cita hukum serta moral yang meliputi suasana kejiwaan serta watak bangsa.

7. Pancasila sebagai perjanjian luhur Indonesia
Pancasila disebut sebagai perjanjian luhur bangsa karena digali dari seluruh hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat Indonesia sendiri serta disepakati oleh seluruh rakyat sebagai milik bangsa yang harus diamalkan dan dilestarikan.

8. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan Indonesia
Cita-cita Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yaitu Pancasila.

9. Pancasila sebagai falsafah hidup
Pancasila sebagai sarana untuk mempersatukan bangsa karena kandungan nilai dan norma dalam Pancasila diyakini paling benar, adil, bijaksana, dan tepat.

Baca artikel CNN Indonesia "Pengertian dan Fungsi Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230406095301-569-934310/pengertian-dan-fungsi-pancasila-sebagai-dasar-negara-indonesia.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

Jumat, 25 Agustus 2023

Pantang untuk tak menyerah #ceritaari

 Hari ini merupakan awal kegiatan jumbara yang diadakan di kampus Ari. Kalau tidak karena ajakan Dedi, dia sudah malas untuk ikut-ikutan acara  seperti itu. Apalagi kalau diingat-ingat dalam panitia kegiatan tersebut salah satunya adalah Alissa, wanita yang sempat dia incar sejak semester 1 kuliah. Tapi begitulah Dedi, selalu bisa dan punya cara untuk memaksanya mengikuti apa yang dia mau. Memang, temannya yang satu ini memiliki pengaruh dan bisa mempengaruhi orang dan bahkan Dedi ini tipe orang yang pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Salah satu kelebihannya juga bisa membaca situasi dengan cepat meskipun kadang emosinya masih tidak stabil, tapi begitulah Dedi, sosok teman yang sangat peduli dan kadang memiliki kelakuan yang kocak bisa menghibur sekitarnya.

"Boy, lets go!" Dedi menambahkan, "Jangan bengong, udah siap belum barang bawaannya?"

Ari masih terbengong dan menjawab, "Emang apa aja yang harus dibawa bro?"

"Buset dah, udah gue kira" sambil menggelengkan kepala Dedi berkata, "Lo mau kemping, masa kagak bawa persiapan buat ngekem, hmmm"

"Lah, gue kan baru pertama kali ikut acara beginian" jawab Ari.

"Yaudah, lo bawa nih tas gue. Itu udah berisi makanan sama beberapa peralatan kemping, lo masukin baju hangat aja biar gak kedinginan disana" Dedi melemparkan tas ke arah Ari.

"Lah, lo emang gak bawa apa-apa donk kalo ini gue yang bawa?" Ari menambahkan, "Enak banget juragan!"

"Boy, gue bawa tas satu lagi, kan gue udah ngira lo gak bakalan ada persiapan, makanya semalam gue udah packing 2 tas. Yang lo pegang itu khusus barang bawaan buat lo selama disana, yang punya gue noh satu lagi di tas yang lebih gede!" Dedi tersenyum tipis sambil menunjukkan ke arah Tas keril ukuran 50 liter. "Apa lo yang mau bawa tas segede gitu?" tanya Dedi

Dengan mata melototnya Ari terkejut, "Buset boy! Emang dasar emak-emak" Ari tertawa puas, "Hahaha..."

"Gue begini juga buat lo, udah jangan banyak bacot ah, nanti gantian bawa tasnya kalau pulang" giliran Dedi yang puas tertawa, "Hahahahaha...."

"Apaan, ogah ah. Gue tas ini aja cukup boy." jawab Ari menolak.


.....

Rabu, 23 Agustus 2023

Mendewasakan Perasaan Melalui Pengalaman #ceritaari

 Seringkali Ari mendengar Dedi bernyanyi akhir-akhir ini. Kelakuannya yang seperti itu biasanya karena Dedi berhasil atau sedang mendekati wanita lagi. Pasti, nama wanita yang sekarang juga memiliki huruf "i" lagi, seperti yang sudah-sudah. Begitulah Dedi, sepengetahuan Ari, dia selalu menceritakan wanita yang dekat dengannya memiliki nama yang mengandung huruf "i". Aneh memang sampai Ari bisa menebak seperti itu, entah sebuah kebetulan atau memang Dedi selalu ditakdirkan mudah mendekati dan meluluhkan wanita dengan huruf "i".

"Hei boy, masih ngelamun aja! Mandi sana Ari, masa tiap pagi harus gw ingetin mulu" Dedi mengagetkan Ari dengan lemparan handuk ke arah mukanya.

"Plokk" handuk tersebut jatuh pas tepat di wajah Ari yang sedang melamun.

"Ayok kawan, hari ini kan Mister Dedi ini sudah promise to you. Gue mau traktir lo ngopi sambil bahas skripsi lo yang belum kelar-kelar nih" kali ini Dedi menarik tangan Ari untuk terbangun dari rebahannya.

"Slow bro, iya gue mau mandi, bentar lagi" Jawab Ari

"Sekarang Ari, gw jadwal padat nih abis ngopi sama lu ada janji soalnya sama Dini" Dedi tersenyum sambil mengedipkan mata ke arah Ari

"What!!! Kemarin belum juga seminggu lo bukannya baru putus sama Lani?" Ari mengerutkan wajah dengan heran dan meneruskan, "Kok bisa sik Ded lo cepet banget buat move on, malah kemarin rasanya lo baru bilang kalo Lani itu mantan terindah lo kayaknya deh" semakin heran Ari mengkerutkan dahinya

"Kawan, asal kamu tahu Ari, yang mendewasakan perasaan ini tidak lain dan tidak bukan adalah melalui pengalaman brother" Dedi kemudian menambahkan, "Gue juga ada momen menikmati kegalauan, tapi gue sebisa mungkin jangan sampai dikuasai oleh perasaan, harus gue yang mengendalikan perasaan gue bro" kemudian sambil tersenyum Dedi menambahkan, "Dan itu gue dapatkan berdasarkan pengalaman. Bahagia dan kesempatan itu bukan untuk ditunggu, tapi diciptakan"

....

Kamis, 17 Agustus 2023

Lama sudah tak jumpa, rasanya. #ceritaari

 Perjalanan membawaku dalam kenangan, ku kira awalnya akan ku temukan ketenangan, namun nyatanya hadirkan lagi penyesalan, padahal sudah lama tak jumpa, rasanya.

....

Pagi hari yang masih sama, dia tertidur dan mencoba melupakan kejadian yang telah lalu. Seringkali akhir-akhir ini justru bukan dia yang membangunkan temannya itu, sekarang keadaan sudah berbalik arah. Dedi saat ini harus sering membangunkannya dari tidur, bahkan Dedi juga harus membangunkan semangat Ari untuk menyelesaikan skripsinya. Dunia mimpi dan dunia nyata baginya terasa hambar meski seringkali Dedi mengatakan, "waktu yang nanti akan menyembuhkan dan membuatmu kuat, raihlah ketenanganmu kawan"

Masuk di semester akhir kuliah ini tugas akhir masih belum dia selesaikan, skripsi masih terbengkalai. Kadang Ari berpikir apakah lebih baik pulang dan menghindar dari keriuhan kampus yang terasa menyesakkan dengan kenangan bersamanya, ataukah terus menjalani kekosongan dalam keramaian perkuliahan ini. Sesekali Ari mencoba berangkat ke kampus, mencari apa yang entah apa yang harus dia cari. Namun Dedi tahu, yang dibutuhkan olehnya saat ini adalah motivasi.

....

Jumat, 16 Juni 2023

Pilihan Hidup

Jika siklus kehidupan harus berulang lagi, meski harus menjalani duka dan kecewa kembali, tak akan dia memilih jalan lain untuk melewatkanmu, kamu adalah takdirnya yang tak ingin terlewatkan seperti judul lagu, yang melewatkan tak akan menjadi takdirnya, yang menjadi takdirnya tak akan lewat begitu saja, kalaupun harus berulang, dia akan tetap memilih duka dan kecewa karenamu daripada melewatkan kenangan bersama meski sesaat dalam ruang dan waktu tanpamu.

Selasa, 13 Juni 2023

Cerita ARI

 BAB I

Cerita Pertama

Selama ini, dia menutup hati. Bukan karena pernah sakit hati, tapi karena belum ada yang menarik hati. Hingga pada satu ketika dia bertemu dengan seseorang, Ratih. Nama itu terus terngiang dan terkenang hingga kini, meski dia sudah 9 tahun berpisah dengannya. Ratih adalah cinta pertama, cinta yang tak disangka seperti sebuah peribahasa "pucuk dicinta, ulampun tiba". Tanpa basa-basi, Ratih menerima Ari ketika pertama kalinya dia menyatakan cinta kepada wanita.

....

BAB II

Cerita Kedua

Putus untuk pertama kalinya, merasakan kekalutan hati untuk pertama kalinya, ternyata berat untuknya. Ari bukanlah seorang penjahat yang sering berpindah-pindah hati. Tidak seperti temannya yang bernama Dedi. Setiap kali dia pulang ke kosannya, selalu mendengarkan cerita Dedi yang sehabis jalan bersama wanita. Rani, Susi, Devi, Noni, dan wanita lainnya yang anehnya buat Ari, wanita yang Dedi ajak selalu berakhiran huruf i.

....

BAB III

Cerita Ketiga

Skripsi sudah di ujung tanduk, lima tahun sudah dia berjuang dengan semester pendek. Memasuki tahun keenam dia kembali mengalami kekalutan setelah ditinggal pergi Ayu, pacar kedua Ari setelah menjomblo selama 2 tahun. Meskipun perjalanan cintanya tak selama seperti ketika Ari bersama Ratih, namun ditinggalkan Ayu menjadi beban yang begitu berat. Disaat dia butuh support system untuk mendukungnya menyelesaikan skripsi, dia malah ditinggalkan pergi. Disinilah dia merasakan beruntung berteman dengan Dedi, meskipun temannya ini seorang playboy atau lebih tepatnya dia anggap F**kboy.

....


Sabtu, 27 Mei 2023

Semua Punya "Dunianya"

 Rasa resah dan takut tidak harus membuat menjadikan diri pengecut, sang pemberani sejati memiliki keresahan dan ketakutan yang tersembunyi. Namun, keresahan dan ketakutan di dunia ini dapat dengan mudah nampak atau ditampakkan oleh sang pejuang yang sejatinya pemberani yang penakut. Mungkin bukan niat dan maksudnya, namun interpretasi yang tersampaikan layak diartikan sebagai keresahan dan ketakutannya.

Solusi atas sebuah permasalahan tidak hanya menjadi pemilik sang pemikir. Jalan cepat untuk menemukan solusi dalam sebuah permasalahan seringkali bukan dengan berpikir melainkan dengan bertindak. Jalan keluar hanya akan muncul ketika sang pemikir sudah memasuki babak permasalahan dalam hidupnya. Dari perjalanan hidup tentang masalah yang dihadapinya akan berujung pada pengalaman, dan sang pemikir akan menemukan kebijaksanaan dalam berpikir ketika pengalaman tersebut dijadikan mahagurunya.

Sang pemberani yang sejatinya penakut dan sang pemikir yang sejatinya harus bertindak akan menjadikan pengalamannya sebagai mahaguru yang mampu menjadi fondasi paling hebat. Namun, adakalanya dia menjadi lemah karena satu atau dua hal. Sejatinya memang manusia itu lemah, ini adalah sebuah pengakuan agung akan kebijaksanaan manusia. Tidak ada yang hebat, kuat, pintar dan lemah sekalipun tanpa adanya keyakinan.

Keresahan dan ketakutan dapat terungkap melalui berbagai cara. Salah satunya adalah lewat tulisan sang pemikir yang bertindak melalui jemarinya untuk mengungkapkan semua resah dan takut yang bergelora di sepanjang hembusan nafasnya. Maksud dan niatnya mungkin tak tersampaikan, interpretasimu mungkin akan berbeda. Namun, jangan merasa bersalah karena kesalahan adalah bukti agung kesejatian diri sebagai manusia. Ini-pun hanya pemikiran manusia yang dia coba untuk ungkap, pasti ada kesalahannya.

Jemari menari tanpa adanya gerakan yang salah adalah sebuah hasil latihan dan buah kebijaksanaan yang patut dia cemburui. Layaknya sepasang kekasih yang selingkuh, ada perasaan yang bergelora ingin berontak. Keluarkanlah, jangan hanya tersimpan dalam pemikiran. Beranilah, jangan takut dengan kesalahan, tinggal minta maaf jika memang salah. Berani mengakui kesalahan dan menyampaikan maaf adalah buah kebijaksanaan, namun akan menjadi hebat ketika bisa memperbaikinya. Jikapun terlanjur tidak bisa memperbaiki, ikhlaskan karena semua punya interpretasi akan dunianya masing-masing.


Minggu, 16 April 2023

menyelinap terpejam cerita

Secercah cahaya terbias menyelinap

Diantara rentang celah doa dengan harap

Menusuk lalu menerabas gelap

Menyesali atas semua khilap

            Seketika mataku sadar terpejam

            Terkenang akan masa yang kelam

            Masa kini layaknya buah masa silam

            Sakit ini sangat begitu dalam

                        Kecewa ini jangan jadi akhir cerita

                        Kalian bukanlah buah derita

                        Harap dan doa yang terucap berjuta-juta

                        Berjuanglah untuk cita-cita


Jumat, 24 Februari 2023

Patah Hati

 Dunia adalah sebuah realita tentang harapan yang menjadi kenyataan atau hanya menjadi sebuah impian. Ketidakpuasan akan kenyataan menjadi sebuah pembelajaran tentang mengikhlaskan. Bisakah ikhlas sepenuh hati dengan kenyataan atau hanya menjadi ikhlas sebatas ucapan. Kejujuran tentang kenyataan menjadi sebuah harga yang pantas untuk belajar kata ikhlas. Mendengar kejujuran dan menyadari kenyataan merupakan salah satu proses pendewasaan kehidupan. Namun, sepertinya orang dewasa begitu sulit mengikhlaskan dibanding anak kecil. Lantas, apakah mengikhlaskan itu benar sebuah proses pendewasaan atau sejatinya adalah proses pengkerdilan hati untuk kepuasan tentang kenyataan. Anak yang sudah tua memang belum tentu dewasa, namun begitupun anak muda juga belum tentu tidak dewasa. Kepuasan tentang memiliki kenyataan hanya akan menjadi ketidakpastian akan kesungguhan mengikhlaskan. Ketidakpuasan begitu erat dengan mengikhlaskan. Mengikhlaskan selalu berurusan dengan patah hati tentang kenyataan.