Selang waktu berlalu, kembali dia bertemu bulan Desember 2009. Mendekati tanggal kelahirannya, tak sedikitpun dia berpikir akan ditinggalkan pemimpin keluarga yang sedang sakit-sakitan. Tepat di tanggal 29 Desember 2009, pada hari Selasa dia ditinggalkan oleh pemimpin keluarga. Saat itu, dia sedang berada di ibu kota. Cerita yang seperti terulang ketika pemimpin keluarga sedang mencari nafkah juga di ibu kota, saat tidak mendampingi ibunda tercinta yang melahirkannya.
Butuh beberapa tahun bahkan hampir sedekade dia bisa untuk memahami dan menerima tanggal kelahirannya. Ketika dia meyakini ayahanda hebat telah berpulang kepada Yang Maha Penyayang, takdir kembali menyambutnya. Mendekati 14 tahun ayahanda tiada, Bulan Desember kembali memberikan cerita. Ibunda tercinta yang hebat pergi meninggalkannya untuk bertemu Sang Maha Cinta.
Tahun ini, 29 Desember 2023 dia kembali menuliskan cerita. 8 hari setelah ibunda tercinta dan 14 tahun ayahanda hebat meninggalkannya, Dia meyakini Bulan Desember adalah bulan yang harusnya menjadi bulan membahagiakan. Karena di bulan ini, tanggal ini dia dilahirkan dan di bulan ini pula dia merelakan 2 orang hebat dalam hidupnya untuk bertemu dengan Sang Maha Cinta, Allah swt. Semoga kedua orang hebat ini selalu dalam kasih dan sayang Sang Maha Cinta. Aamiiiin