Rasa resah dan takut tidak harus membuat menjadikan diri pengecut, sang pemberani sejati memiliki keresahan dan ketakutan yang tersembunyi. Namun, keresahan dan ketakutan di dunia ini dapat dengan mudah nampak atau ditampakkan oleh sang pejuang yang sejatinya pemberani yang penakut. Mungkin bukan niat dan maksudnya, namun interpretasi yang tersampaikan layak diartikan sebagai keresahan dan ketakutannya.
Solusi atas sebuah permasalahan tidak hanya menjadi pemilik sang pemikir. Jalan cepat untuk menemukan solusi dalam sebuah permasalahan seringkali bukan dengan berpikir melainkan dengan bertindak. Jalan keluar hanya akan muncul ketika sang pemikir sudah memasuki babak permasalahan dalam hidupnya. Dari perjalanan hidup tentang masalah yang dihadapinya akan berujung pada pengalaman, dan sang pemikir akan menemukan kebijaksanaan dalam berpikir ketika pengalaman tersebut dijadikan mahagurunya.
Sang pemberani yang sejatinya penakut dan sang pemikir yang sejatinya harus bertindak akan menjadikan pengalamannya sebagai mahaguru yang mampu menjadi fondasi paling hebat. Namun, adakalanya dia menjadi lemah karena satu atau dua hal. Sejatinya memang manusia itu lemah, ini adalah sebuah pengakuan agung akan kebijaksanaan manusia. Tidak ada yang hebat, kuat, pintar dan lemah sekalipun tanpa adanya keyakinan.
Keresahan dan ketakutan dapat terungkap melalui berbagai cara. Salah satunya adalah lewat tulisan sang pemikir yang bertindak melalui jemarinya untuk mengungkapkan semua resah dan takut yang bergelora di sepanjang hembusan nafasnya. Maksud dan niatnya mungkin tak tersampaikan, interpretasimu mungkin akan berbeda. Namun, jangan merasa bersalah karena kesalahan adalah bukti agung kesejatian diri sebagai manusia. Ini-pun hanya pemikiran manusia yang dia coba untuk ungkap, pasti ada kesalahannya.
Jemari menari tanpa adanya gerakan yang salah adalah sebuah hasil latihan dan buah kebijaksanaan yang patut dia cemburui. Layaknya sepasang kekasih yang selingkuh, ada perasaan yang bergelora ingin berontak. Keluarkanlah, jangan hanya tersimpan dalam pemikiran. Beranilah, jangan takut dengan kesalahan, tinggal minta maaf jika memang salah. Berani mengakui kesalahan dan menyampaikan maaf adalah buah kebijaksanaan, namun akan menjadi hebat ketika bisa memperbaikinya. Jikapun terlanjur tidak bisa memperbaiki, ikhlaskan karena semua punya interpretasi akan dunianya masing-masing.