Rabu, 19 Oktober 2022

KE-TIDAK(CORET) YAKINAN PEMUDA

 

KE-TIDAK YAKINAN PEMUDA

OLEH: AKBAR

Hai...!

Pemuda Pemudi Indonesia

Bagaimana Kabarmu?

            Aku, Enggak Bisa

            Di Awal Cerita

            Hatiku Juga, Enggak Yakin

            Meski Kamu, Berusaha Meyakinkan

Aku, Masih Enggak Bisa

Memasuki Tengah Cerita

Tapi Saat Aku Merasa Bisa

Rasanya Tak Sepahit Aku Terpaksa

            Kepadamu, Aku Bercerita

            Aku MEMAKSA untuk BISA

            Aku MEMAKSA untuk YAKIN

            Aku DIPAKSA oleh Keadaan, Kenyataan

Sampai Akhirnya

Hai...!

Pemuda Pemudi Indonesia

Aku YAKIN

Aku BISA

Keyakinan Ini Menjadi Kunci

Kunci yang Membuatku, BISA

Bersama Kamu, 28 Oktober 1928 di Batavia

Selasa, 04 Oktober 2022

Patah Hati

 Harapan, dia selalu berdoa dan berharap. Adakalanya dia ingin ada yang menepuk pundaknya ketika harapnya belum terwujud, sekedar untuk mengingatkannya bahwa dunia ini masih baik-baik saja saat dia merasa bahwa dunia sedang tak baik-baik saja, terutama dalam hatinya. Patah hati, perkara mudah dan tak mudah untuk dihadapi, apalagi ketika seringkali patah hati karena harapan.

Menangis dalam hati, menahan air mata agar tak terjatuh dan tak terlihat makhluk lain. Sekuat mungkin mencoba untuk tak menyalahkan, sekuat mungkin mencoba mencari ketenangan ketika hati kembali retak. Hatinya pernah retak, dahulu, dia masih bisa bertahan, sekarang retak kembali, dia yakin untuk masih bisa bertahan, dengan keyakinannya, namun entah sampai kapan. Saat ini, hanya patah hati kembali yang dia rasakan.

Ingin berbagi cerita, ingin berbagi kesedihan, entah dengan apa dan siapa, tak pernah dia temukan jawaban. Dalam gelap malam setelah hujan badai, hatinya tetap merasakan dinginnya hujan dalam kegelapan. Meraba dan berlari, namun akhirnya dia lelah. Meyakini dengan keraguan bahwa menyerah bukanlah jalannya, dia mencoba tetap bertahan dalam lelah, dengan hati yang patah.