Mengapa terjadi keragaman budaya di Indonesia? Keragaman budaya di
Indonesia ada karena faktor geografis sebagai negara kepulauan. Keragaman
terjadi juga karena letak Indonesia di jalur pelayaran perdagangan dunia,
sehingga interaksi dengan budaya bangsa lain menjad erat
Indonesia terdiri dari kurang lebih 656 suku bangsa
dengan bahasa lokal 300 macam. Keanekaragaman tersebut merupakan kekayaan milik
Bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan sehingga mampu memberikan
warna ketentraman dan kedamaian bagi rakyat Indonesia.
A. Interaksi di Masyarakat yang Beragam Sosial Budaya
Cara interaksi dengan masyarakat yang beragam
sosial budaya adalah melalui:
1. Meningkatkan Toleransi Antar Sesama
Toleransi dibutuhkan pada sesama masyarakat
Indonesia agar bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang
suku,agama, ras dan antar golongan.
Toleransi merupakan sikap untuk mengerti, memahami
dan menerima perbedaan antar individu. Sikap ini tanpa paksaan dan tidak ingin
memaksakan orang lain untuk melakukan hal yang sama.
2. Mengembangkan Sikap Saling Menerima
Perbedaan adalah keniscayaan dalam masyarakat.
Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan
karena dia atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di
Indonesia tetap berjalan. Di Negara yang lainnya, tentu tidak memiliki
keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini
cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.
Menerima perbedaan antara suku, agama dan kebudayaan
dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan
masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara
yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan
3. Menghargai Perbedaan yang Ada
Manusia memandang dan menyikapi apa yang terdapat
dalam alam semesta bersumber dari beberapa faktor yang dominan dalam
kehidupannya. Faktor itu boleh jadi berasal dari kebudayaan, filsafat, agama,
kepercayaan, tatanilai masyarakat atau lainnya. Luasnya pandangan manusia tergantung
pada faktor dominan yang mempengaruhinya.
Menghargai perbedaan dilakukan sesuai norma dan
hukum yang berlaku di masyakat dan negara. Bila ada perbedaan, musyawarah untuk
mencapai mufakat adalah jalan terbaik.
4. Menjalin Kerjasama yang Baik
Tentunya dibutuhkan saling kesepahaman antar
individu, keluarga, bertetangga dan dalam masyarakat lingkup kecil demi
keselarasan kehidupan. Kerjasama yang dilakukan, dilandasi rasa ikhlas dan
penuh tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan bersama.
Secara ringkas, penyebab keragaman budaya di
Indonesia terjadi karena:
1. Letak strategis wilayah Indonesia.
2. Kondisi negara kepulauan.
3. Perbedaan kondisi alam.
4. Keadaan transportasi dan komunikasi.
5. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan.
6. Faktor Sejarah.
7. Faktor Agama.
8. Pegaruh kebudayaan asing.
9. Ras.
10. Golongan atau kelompok dalam masyarakat
B. Manfaat Keragaman Sosial Budaya
Tahukah kamu, keragaman sosial budaya juga memiliki manfaat loh. Berikut ini adalah manfaat keragaman sosial budaya bagi bangsa
Indonesia:
1. Menjadi Kekayaan Budaya Bangsa
Dengan menjadi satu kesatuan dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia, berabgai macam budaya yang terbentang dari Sabang hingga
Merauke menjadi kekayaan Indonesia. Kekayaan budaya yang ada, dilindungi
pemerintah dengan undang-undang sekaligus mendorong pelestarian kebudayaan daerah.
2. Mempererat Persatuan dan Kesatuan Indonesia
Bahasa daerah merupakan salah satu unsur penting
dalam membangun suatu kebudayaan. Bahasa daerah menjadi identitas dan alat
komunikasi bagi masyarakat penggunanya. Bahasa juga mencerminkan jati diri
kelompok suatu suku bangsa.
Hal ini perlu menjadi perhatian dari kita semua
untuk melestarikan kekayaan bangsa ini agar tidak punah. Upaya yang dapat
diilakukan antara lain:
– Mengajarkan bahasa daerah oleh orang tua kepada anak-anaknya dan menggunakan
secara aktif di rumah untuk berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga.
– Menggunakan bahasa daerah dalam pendidikan terutama untuk kelas-kelas awal.
– Kebijakan penggunaan dan pelestarian daerah oleh pemerintah
Dilansir dari situs museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id,
pada 28 Oktober 1928, para peserta Kongres Pemuda II bersepakat merumuskan tiga
janji yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda. Isi sumpah pemuda,
diataranya adalah ‘Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia.’
Menjunjung tinggi bahasa persatuan bermakna tekad
untuk menjadi satu kesatuan Indonesia dengan tetap menjaga beragai keragaman
bahasa daerah yang merupakan kekayaan bangsa.
3. Memperluas Toleransi dan Wawasan Masyarakat Tentang
Keragaman Budaya
Menghargai perbedaan saat bermasyarakat,
berada di sekolah dan lingkungan kerja menjadi penting. Indonesia adalah negara
multikultural, tapi bukan negara multikulturalis. Karena itu multikulturalisme
tidak menjadi solusi dalam pengelolaan keragaman di Indonesia.
Toleransi perlu ditengah masyarakat yang
berbeda-beda. Perbedaan adalah keniscayaan dalam masyarakat. Sebagaimana
mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan karena dia
atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap
berjalan.
Di negara yang lainnya, tentu tidak memiliki
keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini
cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.
Menerima perbedaan antara suku, agama dan kebudayaan
dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan
masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara
yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan.
4. Menjadi Daya Tarik Wisata
Setiap daerah memiliki budayanya masing-masing dan
tentunya berbeda-beda. Bahkan di suatu daerah kita bisa menemukan
kelompok-kelompok yang menggunakan bahasa yang benar-benar berbeda dengan latar
belakang sejarah yang berbeda. Biasanya setiap budaya memiliki peninggalan
bersejarahnya masing-masing. Tentu peninggalan bersejarah ini akan sangat baik
bagi daerah tersebut untuk dijadikan objek wisata seperti museum, monumen, dan
tempat wisata lainnya.
Sadar atau tidak, wisatawan yang berkunjung ke
Indonesia bukan semata-mata karna kekayaan alamnya yang begitu indah tapi juga
karena Indonesia kaya akan budaya yang tidak mungkin kita temukan di negara
lain. Wisatawan asing begitu takjub dengan beragam kebudayaan yang ada di
negara kita yang begitu kental, sebut saja Bali, Yogya dan Toraja. Setiap
tahunnya ada jutaan turis asing yang memilih tempat-tempat ini untuk dijadikan
tujuan, bukan hanya untuk berwisata tapi juga menambah pengetahuan.
5. Menjadi Warisan Budaya Dunia
Sebagai bagian dari bangsa-bangsa yang ada di
dunia, Indonesia menjadi unsur untuk memelihara kebudayaan manusia di dunia.
Suatu kebudayaan tentunya terdiri dari berbagai macam hal yang berhubungan
dengan daerah asalnya. Unsur-unsur budaya Mulai dari bahasa, busana, tarian,
kuliner, rumah adat, bahkan mitos-mitos dan ada kepercayaan yang berbeda.
Beberapa budaya Indonesia yang telah diakui dunia
sebagai warisan budaya dunia diantaranya
adalah pencak silat, batik, keris, perahu pinisi, gamelan, dan sistem irigasi
persawahan tradisional asal Bali yang bernama subak.
Oleh karena itu, keragaman sosial budaya menjad
kebudayaan nasional yang berlandaskan Undang-Undang Dasar. Sebagai pelajar,
generasi muda dan anggota masyarakat hendaknya mengembangkan keragaman sosial
budaya menjadi kebudayaan nasional dengan landasan dan arah tujuannya yang
dituangkan dalam penjelasan pasal 32 UUD 45 yang berbunyi:
“Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya
rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat
sebagai puncakpuncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia,
terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah
kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolakbahan-bahan baru dari
kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa
sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia”.
Jadi, kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan
yang mampu memberi makna bagi kehidupan berbangsa dan berkepribadian, akan
dapat dibanggakan sebagai identitas nasional.
Sumber: https://indomaritim.id/mengapa-terjadi-keragaman-budaya-di-indonesia-begini-penjelasannya/#:~:text=Keragaman%20budaya%20di%20Indonesia%20ada,dengan%20bahasa%20lokal%20300%20macam. Diakses pada tanggal 8 Januari 2021 pukul 10.47 wib.