Sabtu, 30 Januari 2021

UPAYA PENCEGAHAN KONFLIK YANG BERSIFAT SARA

Kamu pernah melihat pertandingan sepakbola kan? Setiap tim yang bertanding seharusnya memiliki tujuan untuk menang. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah kerjasama dan strategi menyerang dan atau bertahan yang tepat. Jika tidak bisa menerapkan hal tersebut, maka tujuan untuk memenangkan pertandingan bisa jadi malah kekalahan yang didapatkan. Jika kekalahan yang didapatkan maka dengan mudahnya kamu dan timmu bisa saling menyalahkan dan juga menyadari kelemahan. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan sebuah kemenangan maka sebuah tim harus bersatu dan bekerjasama untuk mencapainya.

Menurut kamu, dari pertandingan sepakbola bisa menimbulkan konflik tidak? Jawabannya tentu saja sangat memungkinkan. Bahkan konflik yang bersifat SARA juga sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, kamu harus memiliki dan mengetahui bagaimanakah cara mencegah konflik yang bersifat SARA.

Konflik yang bersifat SARA sangat mengancam persatuan dan keutuhan negara Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia kita wajib menjaga persatuan dan keutuhan wilayah NKRI. Salah satu yang harus kita pahami adalah pengertian dari ketahanan nasional yang berarti merupakan kekuatan, kemampuan dan daya tahan negara dalam menghadapi tantangan, ancaman dan gangguan yang datang dari dalam maupun dari luar negeri yang dapat membahayakan kelangsungan bangsa dan negara.

Agar kita memiliki ketahanan nasional yang kuat maka sudah seharusnya ketahanan fisik dan ketahanan jiwa warga negara Indonesia harus dilatih. Melatih hal tersebut dengan cara menerapkan berbagai perilaku yang menjaga persatuan dan kesatuan dalam kesehariannya. Untuk menerapkan nilai persatuan dan kesatuan akan bermakna apabila dipraktekan dalam perilaku sebagai berikut:

  1. Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Wilayah Indonesia
  2. Meningkatkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika
  3. Mengembangkan Semangat Kekeluargaan
  4. Menghindari SARA

Beberapa manfaat persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang antarsesama
  2. Pergaulan antarsesama akan lebih rukun dan akrab
  3. Terwujudnya sikap saling mencintai dan saling membantu
  4. Dapat mengatasi semua perbedaan yang ada dengan penuh kesadaran
  5. Pembangunan nasional akan berjalan lebih baik dan lancer
  6. Pelaksanaan gotong royong akan dapat berjalan lancar dan baik


Kamis, 21 Januari 2021

PERMASALAHAN KEBERAGAMAN SARA

Indonesia adalah negara yang penuh dengan keberagaman SARA. Kamu dapat membayangkan jika tidak ada persatuan di dalam masyarakat Indonesia maka apa yang akan terjadi? Iya, yang akan terjadi adalah perpecahan dan beragam konflik.

Konflik berasal dari Bahasa latin confogere yang berarti saling memukul. Beberapa ahli memiliki pendapat mengenai pengertian dari konflik sebagai berikut:

1.     Berstein, konflik merupakan suatu pertentangan yang tidak dapat dicegah. Konflik mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan ada pula yang negative di dalam interaksi manusia.

2.    Robert M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk memperoleh nilai, status dan kekuasaan. Tujuan dari mereka yang berkonflik tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk mengalahkan saigannya.

3.       Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses individu atau kelompok yang berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.

4.        Cliton F. Fink, konflik adalah hubungan yang berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tidak dapat disesuaikan dan tidak dapat dipertemukan akibat adanya struktur nilai yeng berbeda.

5.       Gillin dan Gillin, konflik merupakan bagian dari proses interaksi yang saling berlawanan (oppositional process). Artinya, konflik merupakan bagian dari sebuah proses interaksi sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan, baik fisik, emosi, kebudayaan dan perilaku.

Keberagaman yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dapat menimbulkan beberapa konflik sebagai berikut:

1.  Konflik antarsuku

Setiap suku memiliki keunikan masing-masing dengan budaya yang khas. Perbedaan yang dimiliki oleh setiap suku dapat menjadi faktor utama penyebab konflik antarsuku. Kekhasan dan keunikan yang dimiliki oleh suku yang ada di Indonesia tidak menutup kemungkinan berkembangnya etnosentrisme (paham atau pandangan yang menganggap bahwa budaya yang dimilikinya lebih baik dibandingkan budaya suku yang lain). Selain etnosentrisme / fanatisme kesukuan yang berlebihan ada beberapa faktor penyebab konflik antarsuku seperti sejarah masa lalu antarsuku dan kesenjangan ekonomi.

2.  Konflik antaragama

Negara Indonesia adalah negara yang menjamin kebebasan atau kemerdekaan setiap penduduknya untuk memeluk agama dan menjalankan  peribadatannya. Keyakinan beragama merupakan suatu hal yang sangat sensitive dan rentan menjadi sumber konflik. Keyakinan terhadap agama merupakan suatu kebutuhan rohaniah setiap warga negara Indonesia. Oleh karena itu, di zaman perekembangan teknologi dan kecepatan informasi seperti saat ini kita harus bisa menyaring setiap informasi yang didapat. Jangan sampai karena penyebaran berita palsu (hoax) kita menjadi korban dari konflik antaragama. Bahkan, dewasa ini seringkali juga terjadi konflik seagama yang dikarenakan hoax / berita palsu yang beredar dan banyak dipercaya oleh masyarakat.

3.  Konflik antarras

Ras merupakan golongan bangsa yang berdasarkan ciri-ciri fisik. Coba kamu bayangkan dari Sabang sampai Merauke, seluruh warga negara Indonesia apakah memiliki ciri-ciri fisik yang sama? Tentu tidak kan. Memang benar banyak ciri-ciri fisik yang terlihat jelas berbeda yang dimiliki oleh warga negara Indonesia. Terlihat warna kulit, bentuk hidung, bentuk mata, rambut, bibir dan bentuk fisik lainnya yang beragam. Beberapa ahli meyakini bahwa ras yang berada di Indonesia adalah ras papua Melanesia, ras Veddoid, ras proto melayu, ras deutro melayu dan ras melayu muda. Konflik antarras dapat terjadi karena Tindakan atau sikap rasis (merendahkan dan melecehkan ras yang lainnya). Rasisme merupakan paham atau pandangan yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu sehingga suatu ras lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.

4.  Konflik antargolongan

Golongan merupakan kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat yang didasarkan pada kesamaan kepentingan maupun tujuan. Selain itu, golongan juga dapat diartikan sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kriteria yang sama. Golongan ini bisa berdasarkan usia, pekerjaan, Pendidikan, jenis kelamin, kecintaan dan sebagainya. Masyarakat Indonesia yang beragam bisa memiliki kesamaan dalam kriteria sehingga membentuk suatu kelompok golongan sebagai contoh supporter sepakbola. Saking cintanya terhadap klub sepakbola maka rentan terjadi kerusuhan antarsuporter di Indonesia seperti kerusuhan antar supporter persija (the jak) dengan supporter persib bandung (bobotoh). Kerusuhan supporter ini banyak terjadi bahkan sampai meninggalkan korban nyawa. Selain itu, konflik antargolongan yang nampak terlihat juga pada saat pemilihan presiden tahun 2019 dimana kedua pendukung dari capres terlibat dalam konflik yang mengakibatkan keduanya memiliki panggilan menyindir untuk masing-masing (panggilan kadrun dan cebong).

Sabtu, 09 Januari 2021

Prinsip Persatuan dalam Keberagaman Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA)

 Sebagai warga negara Indonesia, kita harus bisa memahami dan menerapkan prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan dari keberagaman di Indonesia. Beberapa prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika

Kamu tahu semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditemukan dalam buku apa dan karangan siapa? Iya, kalimat semboyan itu terdapat dalam Buku Sutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular. Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna walaupun berbeda tetapi tetap satu jua. Artinya, semboyan negara menjadi salah satu pemersatu keberagaman yang ada dalam masyarakat. Sejarah kemerdekaan Indonesia telah membuktikan kekuatan dari persatuan dalam perbedaan. Peristiwa bersejarah seperti Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional ataupun perumusan dasar negara dan UUD 1945 menjadi bukti kuat bahwa masyarakat pada saat itu mampu menerapkan Bhinneka Tunggal Ika. Sekarang, menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan merawat Bhinneka Tunggal Ika.

2. Prinsip Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Nasionalisme yang harus kita terapkan melalui usaha mencapai, mempertahankan, mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan Bangsa Indonesia tanpa memandang remeh bangsa dan negara lain. Nasionalisme positif harus mampu kita terapkan dalam keseharian jangan sampai nasionalisme berlebihan yang negatif mengakibatkan Chauvinisme yang menganggap bangsa dan negaranya merupakan yang terbaik sehingga bangsa dan negara lain dianggap remeh.

Nasionalisme Indonesia berarti bahwa masyarakat Indonesia memiliki rasa ingin bersatu, satu perangai dan nasib, serta persatuan antara orang dan tempat. Tidak ada nasionalisme yang bersifat sempit yang hanya mementingkan pada golongan atau kelompok kecil seperti suku, agama, ras dan golongan. Nasionalisme Indonesia bersifat menyeleruh yang merangkul semua keberagaman masyarakat Indonesia dan tidak bersifat internasionalisme (memperluas wilayah bangsa). 

 

3. Prinsip Kebebasan yang Bertanggungjawab

Setiap orang berhak untuk mengemukakan pendapat. Namun demikian dalam menggunakan hak mengemukakan pendapat kita harus memegang prinsip bebas dan bertanggungjawab. Bebas disini dapat berarti bahwa setiap ide, pikiran dan pendapat kita dapat dikemukakana tanpa tekanan dari siapapun. Sedangkan bertanggungjawab berarti bahwa setiap ide, pikiran dan pendapat kita harus dilandasi oleh akal sehat, niat baik dan norma-norma yang berlaku. Kemerdekaan mengemukakan pendapat ini selain dilindungi oleh UUD 1945 juga tercantum dalam pasal 29 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia.

Kebebasan yang bertanggungjawab berarti bahwa kita harus menyeimbangkan antara kebebasan dan tanggungjawab dalam mengemukakan pendapat kita sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang menyebarkan berita/kabar palsu (hoax). Beberapa hal yang dapat kamu perhatikan dalam mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab di muka umum adalah sebagai berikut:

1.            Menyampaikan pendapat dengan kata-kata yang sopan dan santun.

2.            Tidak memotong pembicaraan orang lain

3.            Didasarkan pada akal sehat dan hati Nurani yang luhur sehingga tidak sembarangan berpendapat.

4.            Berani menanggung resiko bila ada sanggahan dari pihak lain.

5.            Tidak suka memaksakan kehendak (pendapat sendiri)

6.            Mengutamakan atau mewakili kepentingan bersama tidak hanya kepentingan pribadi sehingga dpat memberi manfaat bagi kehidupan bersama.

7.            Apabila saran/usulan/kritik tidak bisa diterima maka harus berbesar hati untuk menerimanya.

8.            Dapat melaksanakan hasil keputusan bersama secara jujur dan bertanggungjawab.

9.            Mengemukakan pendapat hendaknya dilandasi oleh keinginan untuk mengembangkan nilai-nilai keadilan, demokrasi dan kesejahteraan.

Mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggungjawab harus kamu terapkan dalam setiap aspek kehidupan dan keseharianmu. Beberapa contoh sederhana praktek mengemukakan pendapat di zaman medsos saat ini adalah mengecek fakta setiap berita yang kamu terima sebelum menyebarkan kepada yang lain karena pada saat ini banyak sekali berita palsu (hoax). Selain itu, pada saat belajar daring kamu menuliskan sumber jawaban dari tugas online yang diberikan oleh guru sebagai bukti bahwa jawaban kamu dapat dipertanggungjawabkan. Berikut ini beberapa contoh bagaimana penerapan kebebasan yang bertanggungjawab saat menggunakan media sosial, di lingkungan masyarakat, sekolah dan keluarga:

A.           Lingkungan keluarga

1)            Mengutarakan pendapat secara santun, tetap menghormati orang tua dan angggota keluarga yang lainnya.

2)            Menerima pendapat yang baik untuk kepentingan keluarga tanpa rasa terpaksa.

3)            Menghargai dan mendengarkan pendapat anggota keluarga yang lain sekalipun bertentangan dengan pendapat kita.

 

B.           Lingkungan sekolah

1)            Dalam suatu diskusi belajar dan atau rapat kelas/osis mengikuti dengan tertib dan mengemukakan pendapat secara santun dan jelas tanpa menyinggung perasaan peserta lain.

2)            Tidak memaksakan pendapat di dalam diskusi belajar dan atau rapat kelas/osis.

3)            Menerima pendapat peserta lain yang sesuai dengan kepentingan bersama.

4)            Melaksanakan hasil kesepakatan bersama.

 

C.           Lingkungan masyarakat

1)            Mengikuti kegiatan musyawarah dengan tertib dan santun dalam mengemukakan pendapat.

2)            Musyawarah dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan.

3)            Perbedaan pendapat bukan bertujuan untuk memenangkan satu pendapat melainkan untuk mencapai mufakat (kesepakatan bersama).

4)            Setiap peserta menerima ataupun menyanggah pendapat orang lain tanpa menyinggung perasaan yang bersangkutan.

5)            Melaksanakan hasil kesepakatan bersama meskipun bukan berasal dari hasil ide/gagasannya sendiri.

 

D.           Media Sosial

1)            Menggunakan media sosial dengan bijak dan mengupload atau berkomentar secara santun dan dapat dipertanggungjawabkan.

2)            Mengecek data dan fakta setiap informasi yang diterima lewat media sosial sebelum kamu menyebarluaskannya.

3)            Memperhatikan norma-norma yang berlaku ketika akan mengupload atau berkomentar dalam media sosial.

 

4. Prinsip Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan pandangan atau anggapan bahwa nusantara adalah kepulauan yang meerupakan suatu kesatuan, termasuk semua laut dan selatnya. Kita menyadari bahwa negara Indonesia terdiri atas beberapa pulau sehingga dengan adanya prinsip wawasan nusatara maka rakyat Indonesia mengakui bahwa pulau-pulau, laut-laut dan selat-selat yang ada di wilayah Indonesia merupakan kesatuan. Wawasan nusantara ini berkedudukan sebagai visi bangsa yang harus bisa kita capai. Dengan wawasan nusantara maka kita akan menjadi bangsa yang memiliki kesatuan wilayah secara utuh.

Kedudukan wawasan nusantar ini berarti posisi, cara pandang dan perilaku bangsa Indonesia mengenai dirinya yang kaya akan berbagai suku bangsa, agama, Bahasa dan kondisi lingkungan geografis yang berwujud negara kepulauan, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, status dari wawasan nusantara menempati urutan ketiga setelah Pancasila dan UUD 1945. Tujuan dari wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi, kelompok, golongan dan suku bangsa/daaerah.

5. Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-cita Reformasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (di bidang sosial, politik atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Dengan demikian dapat diartikan bahwa reformasi yang terjadi di Indonesia merupakan suatu perubahan tatanan perikehidupan lama ke tatanan perikehidupan baru yang lebih baik. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya reformasi di Indonesia, namun tujuan dari reformasi adalah terciptanya kehidupan dalam bidang politik, ekonomi,  hukum, dan sosial yang lebih baik dari masa sebelumnya.

Terdapat 5 (lima) cita-cita reformasi yang diinginkan oleh rakyat Indonesia sebagai berikut:

1)    Pemerintahan yang bersih dan transparan

2)    Pemerintahan yang pro kepada rakyat

3)    Pro demokrasi

4)    Memajukan rakyat, dan

5)    Mensejahterakan rakyat


Jumat, 08 Januari 2021

KERAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA

 Mengapa terjadi keragaman budaya di Indonesia? Keragaman budaya di Indonesia ada karena faktor geografis sebagai negara kepulauan. Keragaman terjadi juga karena letak Indonesia di jalur pelayaran perdagangan dunia, sehingga interaksi dengan budaya bangsa lain menjad erat

Indonesia terdiri dari kurang lebih 656 suku bangsa dengan bahasa lokal 300 macam. Keanekaragaman tersebut merupakan kekayaan milik Bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan sehingga mampu memberikan warna ketentraman dan kedamaian bagi rakyat Indonesia.

A. Interaksi di Masyarakat yang Beragam Sosial Budaya

Cara interaksi dengan masyarakat yang beragam sosial budaya adalah melalui:

1. Meningkatkan Toleransi Antar Sesama

Toleransi dibutuhkan pada sesama masyarakat Indonesia agar bisa saling membantu satu sama lainnya tanpa memandang suku,agama, ras dan antar golongan.

Toleransi merupakan sikap untuk mengerti, memahami dan menerima perbedaan antar individu. Sikap ini tanpa paksaan dan tidak ingin memaksakan orang lain untuk melakukan hal yang sama.

2. Mengembangkan Sikap Saling Menerima

Perbedaan adalah keniscayaan dalam masyarakat. Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan karena dia atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap berjalan. Di Negara yang lainnya, tentu tidak memiliki keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.

Menerima perbedaan antara suku, agama dan kebudayaan dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan

3. Menghargai Perbedaan yang Ada

Manusia memandang dan menyikapi apa yang terdapat dalam alam semesta bersumber dari beberapa faktor yang dominan dalam kehidupannya. Faktor itu boleh jadi berasal dari kebudayaan, filsafat, agama, kepercayaan, tatanilai masyarakat atau lainnya. Luasnya pandangan manusia tergantung pada faktor dominan yang mempengaruhinya.

Menghargai perbedaan dilakukan sesuai norma dan hukum yang berlaku di masyakat dan negara. Bila ada perbedaan, musyawarah untuk mencapai mufakat adalah jalan terbaik.

4. Menjalin Kerjasama yang Baik

Tentunya dibutuhkan saling kesepahaman antar individu, keluarga, bertetangga dan dalam masyarakat lingkup kecil demi keselarasan kehidupan. Kerjasama yang dilakukan, dilandasi rasa ikhlas dan penuh tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan bersama.

Secara ringkas, penyebab keragaman budaya di Indonesia terjadi karena:
1. Letak strategis wilayah Indonesia.
2. Kondisi negara kepulauan.
3. Perbedaan kondisi alam.
4. Keadaan transportasi dan komunikasi.
5. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan.
6. Faktor Sejarah.
7. Faktor Agama.
8. Pegaruh kebudayaan asing.
9. Ras.
10. Golongan atau kelompok dalam masyarakat

B. Manfaat Keragaman Sosial Budaya

Tahukah kamu, keragaman sosial budaya juga memiliki manfaat loh. Berikut ini adalah manfaat keragaman sosial budaya bagi bangsa Indonesia:

1. Menjadi Kekayaan Budaya Bangsa

Dengan menjadi satu kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, berabgai macam budaya yang terbentang dari Sabang hingga Merauke menjadi kekayaan Indonesia. Kekayaan budaya yang ada, dilindungi pemerintah dengan undang-undang sekaligus mendorong pelestarian kebudayaan daerah.

2. Mempererat Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Bahasa daerah merupakan salah satu unsur penting dalam membangun suatu kebudayaan. Bahasa daerah menjadi identitas dan alat komunikasi bagi masyarakat penggunanya. Bahasa juga mencerminkan jati diri kelompok suatu suku bangsa.

Hal ini perlu menjadi perhatian dari kita semua untuk melestarikan kekayaan bangsa ini agar tidak punah. Upaya yang dapat diilakukan antara lain:
– Mengajarkan bahasa daerah oleh orang tua kepada anak-anaknya dan menggunakan secara aktif di rumah untuk berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga.
– Menggunakan bahasa daerah dalam pendidikan terutama untuk kelas-kelas awal.
– Kebijakan penggunaan dan pelestarian daerah oleh pemerintah

Dilansir dari situs museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, pada 28 Oktober 1928, para peserta Kongres Pemuda II bersepakat merumuskan tiga janji yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda. Isi sumpah pemuda, diataranya adalah ‘Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.’

Menjunjung tinggi bahasa persatuan bermakna tekad untuk menjadi satu kesatuan Indonesia dengan tetap menjaga beragai keragaman bahasa daerah yang merupakan kekayaan bangsa.

3. Memperluas Toleransi dan Wawasan Masyarakat Tentang Keragaman Budaya

Menghargai perbedaan saat bermasyarakat, berada di sekolah dan lingkungan kerja menjadi penting. Indonesia adalah negara multikultural, tapi bukan negara multikulturalis. Karena itu multikulturalisme tidak menjadi solusi dalam pengelolaan keragaman di Indonesia.

Toleransi perlu ditengah masyarakat yang berbeda-beda. Perbedaan adalah keniscayaan dalam masyarakat. Sebagaimana mestinya seorang saudara, maka tidak boleh untuk saling menjatuhkan karena dia atau mereka berbeda. Terutama, untuk membuat keberagaman di Indonesia tetap berjalan.

Di negara yang lainnya, tentu tidak memiliki keberagaman yang begitu banyak. Memang, tugas masyarakat Indonesia saat ini cukup berat. Karena, harus menjaga keberagaman ini agar tetap lestari.

Menerima perbedaan antara suku, agama dan kebudayaan dapat dimulai dengan lingkungan sekitar terlebih dahulu. Buat lingkungan masyarakat yang nyaman, tentram dan aman. Kemudian, sampaikan kepada saudara yang lainnya bahwa hal ini penting untuk dilakukan.

4. Menjadi Daya Tarik Wisata

Setiap daerah memiliki budayanya masing-masing dan tentunya berbeda-beda. Bahkan di suatu daerah kita bisa menemukan kelompok-kelompok yang menggunakan bahasa yang benar-benar berbeda dengan latar belakang sejarah yang berbeda. Biasanya setiap budaya memiliki peninggalan bersejarahnya masing-masing. Tentu peninggalan bersejarah ini akan sangat baik bagi daerah tersebut untuk dijadikan objek wisata seperti museum, monumen, dan tempat wisata lainnya.

Sadar atau tidak, wisatawan yang berkunjung ke Indonesia bukan semata-mata karna kekayaan alamnya yang begitu indah tapi juga karena Indonesia kaya akan budaya yang tidak mungkin kita temukan di negara lain. Wisatawan asing begitu takjub dengan beragam kebudayaan yang ada di negara kita yang begitu kental, sebut saja Bali, Yogya dan Toraja. Setiap tahunnya ada jutaan turis asing yang memilih tempat-tempat ini untuk dijadikan tujuan, bukan hanya untuk berwisata tapi juga menambah pengetahuan.

5. Menjadi Warisan Budaya Dunia

Sebagai bagian dari bangsa-bangsa yang ada di dunia, Indonesia menjadi unsur untuk memelihara kebudayaan manusia di dunia. Suatu kebudayaan tentunya terdiri dari berbagai macam hal yang berhubungan dengan daerah asalnya. Unsur-unsur budaya Mulai dari bahasa, busana, tarian, kuliner, rumah adat, bahkan mitos-mitos dan ada kepercayaan yang berbeda.

Beberapa budaya Indonesia yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia diantaranya adalah pencak silat, batik, keris, perahu pinisi, gamelan, dan sistem irigasi persawahan tradisional asal Bali yang bernama subak.

Oleh karena itu, keragaman sosial budaya menjad kebudayaan nasional yang berlandaskan Undang-Undang Dasar. Sebagai pelajar, generasi muda dan anggota masyarakat hendaknya mengembangkan keragaman sosial budaya menjadi kebudayaan nasional dengan landasan dan arah tujuannya yang dituangkan dalam penjelasan pasal 32 UUD 45 yang berbunyi:
“Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncakpuncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengan tidak menolakbahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia”.

Jadi, kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang mampu memberi makna bagi kehidupan berbangsa dan berkepribadian, akan dapat dibanggakan sebagai identitas nasional.

 Sumber: https://indomaritim.id/mengapa-terjadi-keragaman-budaya-di-indonesia-begini-penjelasannya/#:~:text=Keragaman%20budaya%20di%20Indonesia%20ada,dengan%20bahasa%20lokal%20300%20macam. Diakses pada tanggal 8 Januari 2021 pukul 10.47 wib.

Selasa, 05 Januari 2021

Makna Persatuan dalam Keragaman

 Persatuan berasal dari kata satu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) persatuan merupakan gabungan (ikatan, kumpulan dan sebagainya) beberapa bagian yang sudah bersatu. Dengan demikian yang namanya persatuan tidak akan terjadi jika tidak adanya keragaman. Oleh karena itu jelaslah makna Pancasila sila ke-3 bahwa yang namanya Persatuan Indonesia berarti mengakui keragaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia sudah bergabung menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan. Maka dari itu, sudah selayaknya kita sadari dan yakini bahwa keragaman bukanlah hal yang ditakutkan apalagi menjadi alasan perpecahan karena sesungguhnya dengan keragaman itu justru kita bisa menjadi bangsa yang bersatu sesuai dengan bunyi sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia.

Manusia sebagai makhluk sosial dan berbudaya sudah pasti memiliki keragaman. Keragaman yang terdapat dalam masyarakat Indonesia sudah menjadi keutuhan yang serasi. Perbedaan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari terlihat karena perbedaan peranan setiap individu dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Kamu sebagai pelajar memiliki fungsi dan peran yang berbeda dengan Bapak sebagai pengajar. Namun demikian pada hakikatnya sebagai makhluk Tuhan adalah sama dalam derajat dan kedudukannya.

Sebagai Bangsa yang sudah mengakui memiliki persatuan maka terdapat tiga makna penting yang harus kita yakini dan terapkan dalam keseharian.

1. Rasa persatuan dan kesatuan menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi antara satu dengan yang lain.

2. Menjalin rasa kemanusiaan dan sikap saling toleransi serta rasa harmonis untuk hidup berdampingan.

3. Menjalin rasa persahabatan, kekeluargaan dan sikap saling tolong menolong antarsesama serta sikap nasionalisme.

 

Demokrasi di Indonesia harus mengembangkan nilai dasar persamaan dan kesetaraan. Persamaan dan kesetaraan berarti bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama sehingga tidak terjadi diskriminasi atas kelompok etnis, bahasa daerah atau agama tertentu. Dengan demikian keragaman Ras, Agama, Gender, Golongan, Budaya dan Suku harus kita yakini menjadi alat pemersatu bangsa bukan menimbulkan perpecahan. Berikut ini penjelasan dari istilah-istilah tersebut:

1. Ras merupakan golongan bangsa berdasar ciri-ciri fisik tertentu atau tubuh yang khas (warna kulit, bentuk mata, bentuk hidung dan sebagainya).

2. Agama merupakan sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

3. Gender merupakan jenis kelamin yang menyebabkan terjadinya perbedaan hak dan kewajiban antara pria dan wanita tanpa mengorbankan kodratnya pria / wanita.

4. Golongan merupakan sekelompok manusia baik yang berbasis agama, partai politik, profesi, tingkat pendidikan maupun organisasi. Golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai ciri-ciri tertentu serta mempunyai ikatan identitas.

5. Budaya merupakan akal, pikiran dan budi pekerti manusia sedangkan suku berarti kesatuan sosial yang dapat dibedakan dengan kesatuan sosial yang lain berdasarkan kesadaran akan identitas perbedaan kebudayaan. Pengembangan budaya dan hak masyarakat tradisional di Indonesia sesuai dengan UUD 1945 harus selaras dengan nilai-nilai peradaban dan perkembangan zaman.