Indonesia
adalah negara yang penuh dengan keberagaman SARA. Kamu dapat membayangkan jika
tidak ada persatuan di dalam masyarakat Indonesia maka apa yang akan terjadi? Iya,
yang akan terjadi adalah perpecahan dan beragam konflik.
Konflik
berasal dari Bahasa latin confogere yang berarti saling memukul. Beberapa
ahli memiliki pendapat mengenai pengertian dari konflik sebagai berikut:
1. Berstein, konflik merupakan suatu pertentangan yang
tidak dapat dicegah. Konflik mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif
dan ada pula yang negative di dalam interaksi manusia.
2. Robert M.Z. Lawang, konflik adalah perjuangan untuk
memperoleh nilai, status dan kekuasaan. Tujuan dari mereka yang berkonflik tidak
hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk mengalahkan saigannya.
3. Soerjono Soekanto, konflik adalah suatu proses individu
atau kelompok yang berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang
pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.
4. Cliton F. Fink, konflik adalah hubungan yang berkaitan
dengan tujuan-tujuan yang tidak dapat disesuaikan dan tidak dapat dipertemukan
akibat adanya struktur nilai yeng berbeda.
5. Gillin dan Gillin, konflik merupakan bagian dari
proses interaksi yang saling berlawanan (oppositional process). Artinya,
konflik merupakan bagian dari sebuah proses interaksi sosial yang terjadi karena
adanya perbedaan-perbedaan, baik fisik, emosi, kebudayaan dan perilaku.
Keberagaman
yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia dapat menimbulkan beberapa konflik
sebagai berikut:
1. Konflik antarsuku
Setiap suku memiliki keunikan masing-masing dengan
budaya yang khas. Perbedaan yang dimiliki oleh setiap suku dapat menjadi faktor
utama penyebab konflik antarsuku. Kekhasan dan keunikan yang dimiliki oleh suku
yang ada di Indonesia tidak menutup kemungkinan berkembangnya etnosentrisme
(paham atau pandangan yang menganggap bahwa budaya yang dimilikinya lebih baik
dibandingkan budaya suku yang lain). Selain etnosentrisme / fanatisme kesukuan
yang berlebihan ada beberapa faktor penyebab konflik antarsuku seperti sejarah
masa lalu antarsuku dan kesenjangan ekonomi.
2. Konflik antaragama
Negara Indonesia adalah negara yang menjamin kebebasan
atau kemerdekaan setiap penduduknya untuk memeluk agama dan menjalankan peribadatannya. Keyakinan beragama merupakan
suatu hal yang sangat sensitive dan rentan menjadi sumber konflik. Keyakinan terhadap
agama merupakan suatu kebutuhan rohaniah setiap warga negara Indonesia. Oleh karena
itu, di zaman perekembangan teknologi dan kecepatan informasi seperti saat ini
kita harus bisa menyaring setiap informasi yang didapat. Jangan sampai karena penyebaran
berita palsu (hoax) kita menjadi korban dari konflik antaragama. Bahkan, dewasa
ini seringkali juga terjadi konflik seagama yang dikarenakan hoax / berita
palsu yang beredar dan banyak dipercaya oleh masyarakat.
3. Konflik antarras
Ras merupakan golongan bangsa yang berdasarkan
ciri-ciri fisik. Coba kamu bayangkan dari Sabang sampai Merauke, seluruh warga
negara Indonesia apakah memiliki ciri-ciri fisik yang sama? Tentu tidak kan. Memang
benar banyak ciri-ciri fisik yang terlihat jelas berbeda yang dimiliki oleh warga
negara Indonesia. Terlihat warna kulit, bentuk hidung, bentuk mata, rambut,
bibir dan bentuk fisik lainnya yang beragam. Beberapa ahli meyakini bahwa ras yang
berada di Indonesia adalah ras papua Melanesia, ras Veddoid, ras proto melayu,
ras deutro melayu dan ras melayu muda. Konflik antarras dapat terjadi karena Tindakan
atau sikap rasis (merendahkan dan melecehkan ras yang lainnya). Rasisme merupakan
paham atau pandangan yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada
ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu sehingga suatu ras lebih
superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.
4. Konflik antargolongan
Golongan merupakan kelompok-kelompok yang ada di dalam masyarakat yang didasarkan pada kesamaan kepentingan maupun tujuan. Selain itu, golongan juga dapat diartikan sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kriteria yang sama. Golongan ini bisa berdasarkan usia, pekerjaan, Pendidikan, jenis kelamin, kecintaan dan sebagainya. Masyarakat Indonesia yang beragam bisa memiliki kesamaan dalam kriteria sehingga membentuk suatu kelompok golongan sebagai contoh supporter sepakbola. Saking cintanya terhadap klub sepakbola maka rentan terjadi kerusuhan antarsuporter di Indonesia seperti kerusuhan antar supporter persija (the jak) dengan supporter persib bandung (bobotoh). Kerusuhan supporter ini banyak terjadi bahkan sampai meninggalkan korban nyawa. Selain itu, konflik antargolongan yang nampak terlihat juga pada saat pemilihan presiden tahun 2019 dimana kedua pendukung dari capres terlibat dalam konflik yang mengakibatkan keduanya memiliki panggilan menyindir untuk masing-masing (panggilan kadrun dan cebong).