Assalamualaikum
wr wb
Alhamdulillah
hari ini kita semua masih diberikan kesempatan untuk dapat berkumpul di saat
yang berbahagia dalam kegiatan upacara pengibaran bendera merah putih yang
dilaksanakan setiap hari senin.
Yang
terhormat bapak kepala madrasah beserta jajarannya, bapak kepala TU beserta
jajaran, dewan guru, warga madrasah dan anak-anak peserta didik soleh serta
solehah yang kami sayangi.
Pada
kesempatan ini, ada dua hal yang kami akan sampaikan sebagai amanat dari
pembina upacara.
Pertama,
terimakasih kami ucapkan kepada semua peserta upacara yang telah mengikuti
kegiatan ini dengan khidmat terutama kepada petugas upacara dari kelas 98 yang
telah melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab. Kemudian kami sampaikan
mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan upacara hari ini,
semoga di kesempatan berikutnya dapat diperbaiki.
Upacara
adalah sebuah pembelajaran bagi kita semua peserta upacara. Layaknya sebuah
praktek dari pembelajaran dalam kelas, ketika upacara berlangsung ada praktek
dari pembelajaran seni dan budaya dalam hal menyanyikan lagu Indonesia Raya
dsb, ada praktek pembelajaran sejarah dalam mengenang jasa para pahlawan, ada
praktek pidato mapel bahasa Indonesia dalam pembacaan teks pembukaan UUD 1945,
ada praktek mapel IPA beserta PJOK juga karena pada kesempatan ini kita semua berkeringat dan mendapatkan vitamin D dari
sinar matahari, ada juga praktek kedisiplinan yang tentunya menjadi salah satu penilaian
kompetensi sikap peserta didik. Maka dari itu, berssyukurlah karena pada
kesempatan ini kita semua masih bisa berupacara dalam keadaan sehat walafiat.
Kedua,
disini adakah yang mengenal dengan Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Soewardi
Soeryaningrat?
Seperti
yang kita tahu, beliau adalah bapak Pendidikan bagi bangsa ini. Tanggal lahir
beliau diabadikan sebagai hari Pendidikan nasional. Beliau memiliki cita-cita
bahwa yang Namanya Pendidikan itu harus memiliki tujuan memerdekakan manusia. Tujuan
Pendidikan yang beliau sampaikan begitu filosofis / bijaksanan sehingga dapat
tetap berlaku bagaimanapun perkembangan zamannya.
Memerdekakan
manusia yang beliau maksud dalam tujuan Pendidikan adalah bahwa manusia harus
dapat membuat dirinya selamat dan Bahagia.
Era
pandemic covid19 seperti saat ini membuat kita harus mengutamakan keselamatan. Maka
dari itu, patuhilah standar protokol Kesehatan. Ingat selalu pesan ibu, mencuci
tangan pakai sabun, memakai masker dengan baik dan benar, serta menjaga jarak
dan menghindari kerumunan. Selamat, itulah salah satu tujuan Pendidikan yang disampaikan
oleh Ki Hajar Dewantara. Jika kita semua tidak bisa melaksanakan dan
mengutamakan keselamatan, baik di dunia maupun untuk keselamatan di akhirat,
maka sudah pasti ada yang salah dalam Pendidikan yang kita jalani selama ini.
Kemudian,
salah satu konsep memerdekakan manusia sebagai tujuan Pendidikan adalah Bahagia.
Sebuah
proyek sudah kami coba terapkan untuk peserta didik kelas IX seluruhnya tanpa
terkecuali. Kami meminta mereka untuk melakukan hal apapun itu yang membuat
mereka Bahagia selama 1 minggu beruturut-turut, bahkan dilanjutkan sampai
dengan minggu berikutnya. Namun demikian, masih terdapat peserta didik yang menyatakan
bahwa diri ini sulit untuk Bahagia. “Bapak, saya bingung caranya Bahagia, saya
hanya bisa menangis saja pak”. Alangkah lucunya, ketika kamu merasa sulit untuk
berbahagia, pastinya ada yang salah dengan cara kami mendidik kamu semua. Atau bisa
jadi ada yang salah dengan cara pandang kita semua tentang bagaimana cara dan
apa itu Bahagia.
Ketika
kamu bingung cara bagaimana Bahagia, coba kamu merenung sejenak dalam
kesunyian. Pejamkan mata dan dengarkan suara angin yang berhembus. Bersyukurlah,
saat mata terpejam kita masih diberikan kesempatan untuk membuka mata dan bisa
melihat apapun yang ada di depan mata. Kita masih bisa mendengar apa yang mohon
maaf, orang tuli tidak bisa dengar. Kita masih bisa menghirup udara dan jantung
masih berdetak tidak seperti mereka yang terkena serangan jantung. Jangan dulu
menunggu Bahagia baru kita bersyukur, tapi mulailah dengan bersyukur sepenuh
hati maka kebahagiaan akan mengisi relung hati. Kenyataannya, air mata bukan
selalu tentang kesedihan, kebahagiaan yang paling dalam biasanya meneteskan air
mata.
Demikian
yang dapat kami sampaikan sebagai amanat pembina upacara pada kesempatan ini,
mohon maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan dan terimakasih.
Wassalamualaium
wr wb