Rabu, 21 September 2022

Nyanyian Palsu Kerinduan

 Selang beberapa lama, pelanginya memudar menjadi temaram. Dia kembali meraba setelah menyadari langkahnya yang nampak tak sesuai harapan. Dia menatap jejak langkahnya yang telah tersapu air hujan. Hujan yang membawa kenangan telah merubah maknanya menjadi cerita malam panjang. Dalam nyanyian kerinduan, dia mulai meragu kembali tentang yang dirindukan.

Apa yang tertinggal, selayaknya menjadi kenangan, sepatutnya ditinggalkan. Bukan tanpa alasan untuk meraihnya kembali, namun ketika pagi cerah sudah menjadi temaram mendung, bersabar menunggu esok hari adalah jawaban pasti selain berkeras hati untuk mengulangnya kembali. Oh sayang, kenapa tidak bisa untuk mengeraskan hati. Oh rindu, kenapa sulit untuk menggengam harap.

Dia melanjutkan nyanyian kerinduan dengan lirik yang hilang, nampak canggung, tapi lagu ini tak akan usai hanya karena malam. Arah dan tujuan nampak tak semakin menentu. Hati kecil dan besarnya sudah tak dapat lagi merasakan kebenaran perasaan, nampak mulai nyata tentang lagu penuh kepalsuan. Terdengar merdu namun sesungguhnya fals, terasa nyaman namun nyatanya hanya angan, semua dipalsukan.

Suluh rindunya mulai menipis, tertinggal kain kenangan yang menjadi selimutnya atas dingin malam. Sinar terang kerinduan mulai memudar seiring waktu yang berlalu membuat hatinya tak menentu. Haruskah dia berkorban kenangan yang menghangatkan malam demi meyambut dinginnya embun pagi yang mulai mencium aroma kepalsuan raut wajahnya, ataukah dia tetap bertahan tanpa terang bersama indah impian.

Andai hidup tanpa pilihan, dia akan melepas kehidupan layaknya air yang mengalir ke lautan. Tanpa ragu, dia ingin menjalani hidup hanya dengan apa adanya. Apakah adanya kenangan, apakah adanya terlupakan sudah tak lagi dihiraukan, semua bukan lagi tentang hitam dan putih kehidupan. Malam yang gelap tak selalu tentang hitam, pagi yang cerah bukan hanya tentang putih, dunianya penuh warna tapi sepi warna-warni. Hingga menjelang pagi, kenangan tak lagi menjadi selimutnya, dia mati dalam keyakinan bersama impian yang tak pernah usai.