Jumat, 25 Agustus 2023

Pantang untuk tak menyerah #ceritaari

 Hari ini merupakan awal kegiatan jumbara yang diadakan di kampus Ari. Kalau tidak karena ajakan Dedi, dia sudah malas untuk ikut-ikutan acara  seperti itu. Apalagi kalau diingat-ingat dalam panitia kegiatan tersebut salah satunya adalah Alissa, wanita yang sempat dia incar sejak semester 1 kuliah. Tapi begitulah Dedi, selalu bisa dan punya cara untuk memaksanya mengikuti apa yang dia mau. Memang, temannya yang satu ini memiliki pengaruh dan bisa mempengaruhi orang dan bahkan Dedi ini tipe orang yang pantang menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Salah satu kelebihannya juga bisa membaca situasi dengan cepat meskipun kadang emosinya masih tidak stabil, tapi begitulah Dedi, sosok teman yang sangat peduli dan kadang memiliki kelakuan yang kocak bisa menghibur sekitarnya.

"Boy, lets go!" Dedi menambahkan, "Jangan bengong, udah siap belum barang bawaannya?"

Ari masih terbengong dan menjawab, "Emang apa aja yang harus dibawa bro?"

"Buset dah, udah gue kira" sambil menggelengkan kepala Dedi berkata, "Lo mau kemping, masa kagak bawa persiapan buat ngekem, hmmm"

"Lah, gue kan baru pertama kali ikut acara beginian" jawab Ari.

"Yaudah, lo bawa nih tas gue. Itu udah berisi makanan sama beberapa peralatan kemping, lo masukin baju hangat aja biar gak kedinginan disana" Dedi melemparkan tas ke arah Ari.

"Lah, lo emang gak bawa apa-apa donk kalo ini gue yang bawa?" Ari menambahkan, "Enak banget juragan!"

"Boy, gue bawa tas satu lagi, kan gue udah ngira lo gak bakalan ada persiapan, makanya semalam gue udah packing 2 tas. Yang lo pegang itu khusus barang bawaan buat lo selama disana, yang punya gue noh satu lagi di tas yang lebih gede!" Dedi tersenyum tipis sambil menunjukkan ke arah Tas keril ukuran 50 liter. "Apa lo yang mau bawa tas segede gitu?" tanya Dedi

Dengan mata melototnya Ari terkejut, "Buset boy! Emang dasar emak-emak" Ari tertawa puas, "Hahaha..."

"Gue begini juga buat lo, udah jangan banyak bacot ah, nanti gantian bawa tasnya kalau pulang" giliran Dedi yang puas tertawa, "Hahahahaha...."

"Apaan, ogah ah. Gue tas ini aja cukup boy." jawab Ari menolak.


.....