Senin, 05 April 2021

Jurnal #2 "Berpikir"

 Hari ini suasana hati dia sedang tidak terlalu buruk. Tak terbesit rencana untuk memanggil seseorang dan diajak berbicara. Namun sore hari setelah dia berolahraga, dia memanggil temannya untuk mengobrol.


Dia bertanya kepada temannya tersebut mau membicarakan apa, hal tersebut dilakukan agar temannya tertarik untuk mengobrol. Temannya mengajak untuk mengobrol tentang wanita. Dia kemudian bertanya kenapa harus mengobrol wanita, apakah kamu sudah memiliki pacar? Dengan jawaban yang tidak percaya diri, temannya pun menjawab dengan jujur bahwa belum pernah memiliki pacar.


Mari kita panggil temannya sebagai "John".


Jadi, jhon ini bercerita kepadanya bahwa selama ini wanita bagi john adalah seorang yang pilah-pilih. Hal ini berkaca dari pengalaman bahwa john yang tidak pernah memiliki pacar. Padahal dia sudah mencoba mendekati beberapa wanita untuk john jadikan sebagai pelabuhan hatinya. Namun, sepertinya john ini selalu ditolak sebelum mengungkapkan perasaannya.


Dia mendengarkan cerita john tentang wanita dari sudut pandang john dan melontarkan pertanyaan untuk john. Apakah semua wanita itu pilah-pilih dan adakah wanita yang tidak pilah-pilih? John dengan sedikit ragu menjawab bahwa tidak semua wanita seperti itu, wanita tidak semua pilah-pilih. Maka dari itu, dia melanjutkan pertanyaan kepada john lantas siapakah yang salah? Wanita ataukah john?


John sepertinya mulai menyadari bahwa selama ini dia hanya bisa menyalahkan wanita atas keadaannya selama ini yang menjomlo. Padahal, wanita itu sebenarnya makhluk yang benar alias tidak akan pernah merasa salah di hadapan orang yang dia sayang. Oleh karena itu, dia menyampaikan kepada john yang harusnya kamu lakukan pertama kali adalah merenung john, berpikir.


Berpikirlah siapa sebenarnya dirimu? Apakah selama ini salah caramu? Jika kamu sudah menyadari kesalahanmu, maka sekarang tinggal kamu lakukan hal yang benar dan seharusnya dilakukan olehmu, namun dengan tetap menyadari siapakah kamu yang sebenarnya, jati dirimu. Hal ini bisa kamu lakukan hanya dengan berpikir john, itulah inti yang dia sampaikan dari obrolan di kala senja menguning saat ini. Mari merenung john, berpikirlah.


Dia kemudian menyelesaikan tulisan ini ketika adzan maghrib berkumandang, sedangkan john sudah sejam yang lalu pamit pulang.