Konsistensi ini bukanlah hal yang nudah dilakukan. Setelah beberapa jam berlalu, dia malah mengerjakannya di akhir waktu. Padahal, jika dikerjakan dari awal, mungkin dia tidak akan kepayahan seperti saat ini.
Saat ini tidak ada rutinitas yang ingin dia tuliskan. Dia hanya ingin menulis ungkapan perasaan yang dia rasakan hari ini. Mungkin awalnya dia sudah menyadari ada sebuah kesalahan, tapi dia masih mencoba untuk menyelaminya. Hingga akhirnya datang dalam mimpinya sebuah pertanda.
Pertanda itu bagaikan sebuah kenyataan dalam imajinasinya. Harapan yang tak kunjung nyata membuat matanya terbuka. Dia tertawa ketika pertanda itu menjadi sebuah fakta. Tidak bisa terelakkan, malam ini semuanya harus dia hentikan. Bye bye.