Dia bukanlah karakter yang pendiam meskipun di satu sisi lain jiwanya merasa ingin menyendiri. Dia menghibur dirinya dalam keramaian tingkah laku yang dibuat-buat agar tidak merasa sepi. Satu dua kata hingga menjadi kalimat terus dia rangkai. Dia belajar dalam kesunyian ketika sisi lain dari jiwanya berontak.