Bulan juni memiliki banyak kisan dan kesibukan baginya. Dia mengingat kembali apa saja yang terjadi dan coba untuk dia tuliskan. Namun, dia kembali terlupa.
Hari demi hari sudah berlalu. Dia bermaksud untuk menulis kembali agar mampu belajar bagaimana menjadi penulis yang bagus seperti niatan awalnya. Tapi sudah dapat kau tebak, dia pasti lupa.
Begitulah yang dia terus lakukan. Hingga saat ini rasanya dia mulai menikmati untuk melupakan.
Ah, terkadang dia merasa nyaman dengan kebiasaan barunya. Menjadi seseorang yang mampu melupakan dengan cepat melalui berbagai kesibukan dan alasan. Tapi itu bukan dia.
Lupa merupakan kekhilafan baginya, mendekati kesalahan. Nuraninya berontak untuk melupakan. Dia kembali mengingat semua kisah dan kesibukan di bulan juni. Banyak hal yang dia lupa untuk disyukuri hingga dia sadar, lupa itu adalah kekosongan baginya dalam melakukan evaluasi diri. Dan kini, dia mulai menulis lagi agar dia tak lupa.