Pesan itu selalu berbalas, meskipun sebenarnya banyak pesan yang tidak jelas. Tapi dia menikmati pesan yang dia baca dan tulis. Dia mengamati setiap kata dari pesan yang dia terima. Begitulah dia, seorang pemikir.
Waktu pun berlalu, ketika dia hendak pergi terdengar suara itu memanggil. Ternyata orang itu lagi, orang yang sama yang bercerita tentang kisah hidup kepadanya. Ada mata yang memendam sejuta kisah kehidupan, tentang perih, penyesalan dan kesendirian.
Akhirnya dia kembali mendengarkan kisah kehidupan sambil menatap matanya untuk bisa menyelam lebih dalam. Tampaknya, sudah sangat dalam dia menyelami mata itu dan mendengarkan kisahnya. Curhatannya memiliki keterkaitan dan katerikatan dengannya, itu yang dia katakan untuknya.